Kekuatan Doalah yang Bisa Membantu Kita Lewati Masa Sulit

Endah Wijayanti26 Mei 2020, 15:35 WIB
Doa Ramadan

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Kartika Sari

Ramadan dan Lebaran tahun ini sungguh berbeda buatku. Sejak awal April 2020 aku sudah banyak kehilangan proyek karena pandemi ini. Banyak pekerjaan yang ditunda bahkan dibatalkan. Memasuki bulan Ramadan, bayangan akan tidak ada THR sudah terpatri di benakku. Terbayang juga sosok kedua orangtua nun jauh di sana. Apakah aku masih bisa mengirim uang kepada orangtuaku? Bagaimana mereka akan berlebaran tanpa anak-anak?

Selama Ramadan, praktis aku hidup jauh dari keluarga. Dengan tertahan di rumah saja, khawatir akan kondisi orangtua, juga was-was dengan keberlangsungan hidup ini, cukup membuatku depresi. Tapi ibuku selalu mengingatkan aku untuk sabar dan terus berdoa. Karena kekuatan doalah yang bisa membantu kita di masa-masa sulit. Percaya bahwa ada sesuatu yang lebih besar di atas sana yang menjamin kehidupan kita. Tetap menjadi orang baik, dan harus selalu berbuat baik.

Tidak terasa sebulan berlalu. Ramadan berlalu dengan pelan namun pasti. Meski banyak kesulitan, tapi aku bisa melewatinya. Ada saja rezeki yang datang, dari mana saja. Dari tempat yang tak kusangka-sangka. Dari orang-orang yang tak pernah kubayangkan. Mungkin dari doa-doa ibuku. Mungkin juga dari kebaikan-kebaikan yang entah kapan kutanamkan. Alhamdulillah.

Sendirian di Tanah Rantau

Doa Ramadan
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Saat Lebaran, aku masih sendirian di tanah rantau. Tidak bisa mudik berkumpul dengan keluarga, mengunjungi tetangga dan sanak saudara, salat Id ke lapangan dekat rumah, halal bihalal dengan teman dan handai taulan. Aku hanya bisa berdoa, mengirimkan doa-doa ke langit buat orang-orang tersayang. Berdoa agar situasi ini segera membaik, dan kami semua bisa berkumpul kembali seperti sedia kala.

Banyak hal yang berbeda tahun ini. Tapi setidaknya aku belajar satu hal tahun ini. Bahwa sabar itu selalu ada ganjarannya. Bahwa sabar itu juga buat orang-orang yang aku sayangi. Bahwa sabar itu harus diyakini akan ada batasnya. Semoga dengan sabar ini, aku menjadi lebih dewasa dan siap menghadapi tantangan hidup lainnya, amin.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓