Jutaan Warga AS Berkumpul untuk Merayakan Memorial Day di Tengah Pandemi Corona

Karla Farhana26 Mei 2020, 16:00 WIB
[Fimela] Memorial Day

Fimela.com, Jakarta Di tengah pandemi Corona, seluruh dunia kini sedang berusaha untuk menjaga jarak dan menjalani self isolation atau swaisolasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Namun, alih-alih berdiam di rumah masing-masing, ribuan warga Amerika Serikat justru berbondong-bondong keluar rumah untuk berkumpul demi merayakan Memorial Day. 

Memorial Day merupakan hari peringatan sekaligus hari libur federal di Negeri Paman Sam untuk menghormati sekaligus waktu berkabung untuk mengenang para personil militer yang telah wafat saat bertugas di Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Memorial Day setiap tahunnya diperingati pada Senin terakhir di bulan Mei. \

Dilansir dari AP News, warga AS berkumpul bersama anggota keluarga, kerabat, untuk makan-makan bersama di luar rumah. Sebagian lainnya pergi ke pantai. Hal ini tentu saja menuai kekhawatiran bagi pejabat kesehatan masyarakat karena pertemuan besar bisa memicu penyebaran virus Corona semakin meluas. 

Padahal, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS merekomendasikan agar seluruh masyarakat untuk berada di rumah, menghindari keramaian, dan tetap terhubung dengan keluarga dan teman lewat telepon atau video chat. Namun, imbauan itu nampaknya tidak digubris sama sekali di hari Memorial Day ini. 

Acara Peringatan Boleh Dilakukan dengan Syarat

 

Sementara New York kini sudah mulai mengizinkan warganya untuk kembali berkumpul. Namun, dengan syarat perkumpulkan hanya boleh dilakukan oleh 10 orang atau kurang di hari Memorial Day. CNN melaporkan, Gubernur Andrew Cuomo menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengizinkan pertemuan tidak penting, melibatkan 10 orang atau lebih sedikit, selama protokol social distancing dan desinfekstan, serta pembersihan dari Departemen Kesehatan dipatuhi. 

AP News juga melaporkan, sebenarnya sudah banyak acara-acara peringatan Memorial Day telah dibatalkan atau juga dirampingkan, termasuk konser-konser hingga pesta kembang api. Bahkan, taman-taman, pantai, kolam renang umum, dan perkemahan kebanyakan tetap tutup di AS. 

Tapi, banyak juga tempat yang bisa dijadikan wisata tetap buka, meski ada pembatasan tertentu. Tempat-tempat hiburan pun rencananya akan kembali dibuka di awal bulan Juni. Seperti di Nevada, CNN melaporkan, Gubernur Steve Sisolak berharap bisa memberikan izin bagi casino-casino untuk kembali buka pada 4 Juni mendatang. 

#changeMaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓