6 Makanan yang Kurang Baik Jika Dikonsumsi untuk Sarapan

Gayuh Tri Pinjungwati27 Mei 2020, 03:14 WIB
sarapan tidak sehat

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela mungkin pernah mendengar bahwa sarapan adalah hidangan terpenting untuk memulai hari. Mungkin bagi sebagian orang benar mengungkapkan bahwa jika kita melewatkan sarapan maka akan memengaruhi energi untuk aktivitas kita. Tetapi, mengonsumsi makanan yang tidak sehat untuk sarapan bisa jauh lebih buruk daripada tidak makan sama sekali.

Sarapan sehat mencakup serat, protein, dan lemak sehat yang memberimu energi dan membuatmu merasa kenyang. Sebaliknya, sarapan yang tidak sehat dapat membuatmu merasa lebih lesu, menyebabkanmu menambah berat badan dan meningkatkan risiko penyakit kronis. Seperti beberapa makanan berikut ini yang buruk jika dikonsumsi untuk sarapan di pagi hari.

Sereal

Banyak orang berpikir sereal adalah pilihan yang bergizi untuk anak-anak dan orang dewasa. Sereal dikkalim sebagai makanan yang mengandung biji-bijian utuh dan menjadi sumber nutrisi seperti vitamin A dan zat besi. Sereal kebanyakan mengandung biji-bijian dan gula olahan. Asupan gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kondisi kesehatan kronis lainnya. Jika hendak mengonsumsi sereal sebaiknya tetap dalam takaran yang seimbang jangan sampai berlebihan.

Pancake

Pancake adalah pilihan populer untuk sarapan akhir pekan di rumah. Pancake mengandung tepung, telur, gula dan susu. Meskipun pancake memiliki lebih banyak protein daripada beberapa menu sarapan lainnya, namun pancake sangat tinggi tepung olahan. Banyak peneliti percaya bahwa biji-bijian olahan seperti tepung gandum berkontribusi terhadap resistensi insulin dan obesitas.

 

Roti Panggang dengan Margarin

Walau Praktis, Roti Tawar Putih Ternyata Membahayakan Kesehatan
Jika Anda sering mengonsumsi roti tawar putih untuk sarapan, ada baiknya mulai membatasi, karena roti ini ternyata bahaya bagi kesehatan.

Roti panggang yang diberi margarin mungkin merupakan pilihan sarapan yang baik, karena tidak mengandung lemak jenuh atau gula. Namun, ini sebenarnya sarapan yang tidak sehat karena dua alasan. Pertama, karena tepung dalam roti itu memberimu sedikit nutrisi dan sedikit serat. Karena tinggi karbohidrat olahan dan rendah serat, hal itu dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Gula darah yang meningkat dapat memicu rasa lapar yang menyebabkan dirimu makan lebih banyak saat makan berikutnya yang dapat memicu pebambahan berat badan.

Kedua, kebanyakan margarin mengandung lemak trans yang merupakan jenis lemak paling tidak sehat. Produsen makanan membuat lemak trans dengan menambahkan hidrogen ke minyak nabati agar tampak seperti lemak jenuh, yang padat pada suhu kamar.

Muffin

Kebanyakan muffin hanyalah kue-kue kecil yang sering dikonsumsi untuk sarapan. Muffin dibuat dari tepung olahan, minyak sayur, telur, dan gula. Satu-satunya bahan sehat adalah hanyalah telur. Terkadang muffin diberi gula tambahan atau diisi dengan keping cokelat atau buah kering yang selanjutnya diberikan kandungan gula dan kalori tambahan.

Yogurt

Semangkuk yogurt yang dibuat dari susu murni yang diberi buah beri adala contoh sarapan yang sehat. Faktanya, banyak yogurt tanpa rasa yang mengandung lebih banyak gula daripada seporsi es krim yang sebanding. Lemak membantumu merasa kenyang karena butuh waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat dan juga memicu pelepasan cholecystokinin.

Granola Bar

Granola bar mungkin terdengar seperti pilihan sarapan yang enak, tetapi seringkali tidak lebih daripada permen. Meskipun oat yang tidak diproses mengandung serat tinggi, rata-rata granola bar hanya menyediakan 1-3 gram serat. Namun, granola mengandung banyak gula tambahan. Sejumlah besar gula ini dapat meningkatkan gula darah, kadar insulin dan peradangan.

Sarapan memiliki potensi untuk meningkatkan energi yang besar, gula darah yang stabil dan kontrol berat badan. Di sisi lain, membuat pilihan yang buruk saat sarapan dapat membuatmu merasa lapar dan berjuang untuk menjalani hari-hari.

 

Cek Video di Bawah Ini

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓