Selalu Jaga Kesehatan sebab Kebersamaan dengan Keluarga tak Tergantikan

Endah Wijayanti28 Mei 2020, 12:45 WIB
rindu setelah ibu pergi

Fimela.com, Jakarta Punya kisah atau kesan tak terlupakan terkait bulan Ramadan? Atau mungkin punya harapan khusus di bulan Ramadan? Bulan Ramadan memang bulan yang istimewa. Masing-masing dari kita pun punya kisah atau pengalaman tak terlupakan yang berkaitan dengan bulan ini. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam My Ramadan Story: Berbagi Kisah di Bulan yang Suci ini.

***

Oleh: Siti Hay Ria

Bulan Suci Ramadan tahun ini sangatlah berbeda dari Ramadan tahun sebelumnya. Ada cobaan yang sungguh luar biasa akibat pandemi virus Corona. Kita harus berdiam diri di rumah melakukan puasa dan salat tarawih berjamaah di rumah.

Kisahku bulan Ramadan tahun ini sungguh sangat menyedihkan sekali dengan cobaan yang luar biasa. Awal puasa Ramadan kedua orangtuaku sakit parah. Bapak asam uratnya kambuh dan ibu diabetesnya juga kambuh. Kami sekeluarga sedih. Orangtuaku langsung dibawa periksa ke puskesmas terdekat di rumah dan mereka disuruh periksa darah dan rapid test covid-19. Alhasil kedua orangtuaku positif dan langsung dirujuk ke RS Wisma Atlet Kemayoran waktu itu. Aku langsung pesan taksi online untuk membawa aku kesana. Kenapa aku tidak telepon mobil khusus Covid-19? Karena aku tidak mau semua tetangga tahu kalau keluargaku ada yang terkena virus corona.

Kebersamaan dengan Keluarga

kisah my forgiveness matters 2
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Aku masih nggak percaya dengan adanya Covid-19. Dia muncul di tengah keluarga aku yang sedang menjalani puasa Ramadan padahal orangtuaku sakitnya biasa saja tanpa ada gejala Corona. Apa ini yang dinamakan OTG (Orang Tanpa Gejala) tapi dinyatakan positif?

Setelah kedua orangtuaku dirujuk, kami harus menjalani rapid test juga di puskesmas. Takutnya masih ada virus yang nyangkut di tubuh kami. Aku, suamiku apalagi anakku sangat ketakutan sekali dengan hasilnya. Alhamdulillah hasilnya negatif. Aku dan keluarga kakak dan adik-adikku semua hasilnya negatif. Meskipun hasilnya negatif kami harus tetap waspada karena aku dan keluarga masih tinggal serumah sama orangtuaku yang terkena virus.

Setelah dua pekan, seminggu sebelum ramadan selesai orangtuaku diisolasi di sana. Alhamdulillah mereka dinyatakan sehat. Negatif dari virus dan bisa kembali pulang bisa berkumpul bersama keluarga besar di rumah. Akhirnya kami merayakan Hari Raya Idulfitri dengan penuh rasa syukur kepada Allah masih bisa dipertemukan kembali bersama orangtua dan keluarga besar semuannya.

Semoga dengan ceritaku ini kita semua bisa ambil hikmahnya. Selalu jaga kesehatan, mengatur pola hidup sehat. Walau di rumah saja, bersyukur masih bisa berkumpul bersama orangtua dan keluarga besar lainnya. Pesan dari aku buat kalian semua stay at home, stay healthy dan semoga pandemi virus corona cepat pergi dari muka bumi ini dan kita bisa hidup normal kembali.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓