Surabaya Kini Jadi Zona Hitam Virus Corona, Begini Strategi Tri Rismaharini

Vinsensia Dianawanti03 Jun 2020, 13:00 WIB
virus corona covid-19

Fimela.com, Jakarta Selain DKI Jakarta, Jawa Timur menjadi provinsi yang mengalami penyebaran kasus positif virus corona tertinggi kedua di Indonesia. Belakangan, Jawa Timur menjadi sorotan publik karena penambahan kasus positif virus corona semakin tinggi.

Sebanyyak 5.132 kasus positif virus corona terdapat di Jawa Timur. Sementara, 2.748 kasus di antaranya berada di Surabaya. Tingginya angka kasus positif virus corona ini menjadikan Surabaya bukan lagi sebagai zona merah. Melainkan sudah menjadi zona hitam virus corona perhari ini.

Terjadi penambahan kasus positif virus corona sebanyak 115 orang di Surabaya pada Selasa (2/6/2020). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa Surabaya belum memasuki zona hitam virus corona, melainkan merah tua.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini pun melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona di wilayahnya. Seperti pelacakan dan pemetaan wilayah secara masif.

 

 

Strategi Wali Kota Surabaya

(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Dari hasil pelacakan tersebut akan ditemukan sejumlah orang dengan risiko. Dokter akan mendatangi rumahnya dan melakukan pemeriksaan. Jika dalam kondisi berat, maka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Sementara jika kondisi ringan hingga sedang akan dibawah ke Hotel Asrama Haji untuk melakukan isolasi.

Risma mengaku bahwa masih ada masyarakat yang enggan untuk dibawa ke tempat isolasi dan memilih melakukan isolasi mandiri di rumah. Selama melakukan isolasi mandiri, pemerintah akan memberikan asupan makanan setiap harinya.

Setiap kelurahan akan mengirimkan makanan tiga kali sehari beserta telur dan jamu pada siang hari. Risma pun gencar melakukan rapid test massal dan swab di beberapa lokasi yang berpotensi.

Sebelumnya, kota Surabaya memang sempat diprediksi menjadi wilayah tertinggi dengan sebaran virus corona di Indonesia. Hal ini dikarenakan 65 persen pasien virus corona di Jawa Timur ini berasal dari tiga daerah, seperti Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓