13 Tempat Anti Dikunjungi Dokter Selama Pandemi Virus Corona

Novi Nadya30 Jun 2020, 08:30 WIB
Tenaga Kesehatan

Fimela.com, Jakarta Pandemi virus corona Covid-19 masih berlangsung di banyak negara termasuk Indonesia. Meski Pembatasan Sosial Berskala Besar sudah dilonggarkan sambil mempersiapkan era new normal tetap saja berisiko untuk pergi ke tempat umum apalagi jika ramai.

Tempat umum jelas diimbau untuk dihindari oleh para dokter selama pandemi virus corona. Sebab di dalam ruangan dan tempat-tempat ramai menjadi lokasi berisiko tertinggi untuk penularan Covid-19.

"Sementara tempat-tempat berisiko rendah berada di luar ruangan di mana orang tertib memakai masker dan memiliki ruang jarak sosial," ujar Asisten Profesor Bedah Sekolah Kedokteran Icahn New York Sarah P. Cate, MD.

Di beberapa negara lain yang masuk musim panas menjadi tantangan tersendiri karena pantai menjadi godaan terbesar. Namun menurut Dr. Cate, jika menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan memberi jarak di antara pengunjung maka relatif aman (pengecualian bagi yang memiliki masalah medis).

Intinya penting untuk menjaga jarak di tempat umum sampai vaksin Covid-19 ditemukan. Sebab fakta dalam sebuah penelitian pada Mei 2020 dalam jurnal Health Affairs menemukan area yang tidak memiliki protokol jarak sosial mengarah pada timbul kasus baru hingga 35 kali lebih banyak.

Jadi, jika kita akan keluar rumah, harus tetap waspada. Berikut 13 tempat umum yang tidak akan dikunjungi dokter selama pandemi virus corona Covid-19 melansir dari readerdigest.com;

1. Toilet Umum

Ilustrasi toilet
Ilustrasi toilet. Sumber foto: unsplash.com/Tim Mossholder.

Jika masih memungkinkan menghindari toilet umum itu yang terbaik. Sebab kita tak pernah tahu kebersihannya.

Namun jika harus menggunakan toilet umum jangan abaikan untuk menjaga kebersihan personal. Pastikan membawa tisu atau handuk serta sabun sendiri dalam tas.

"Jika saya harus memakai toilet umum pastikan mencuci tangan dan membawa tisu lalu mencuci tangan lagi saat keluar. Saya benar-benar harus lebih hati-hati dan mencoba menghindari toilet umum," ujar Neha Vyas, MD, spesialis kedokteran keluarga di Klinik Cleveland, Mayfield Heights, Ohio.

Bank

Ilustrasi keuangan
Mulai menabung dan kumpulkan dana darurat dengan cara efektif yang bisa dilakukan di tengah pandemi virus corona yang melanda. (Foto: Unsplash)

Jika kita bisa meng-handle transaksi perbankan secara online, skip, deh, kunjungan ke bank. Sebab uang menjadi salah satu barang terkotor yang disentuh setiap hari.

"Saya mencoba membatasi penggunaan uang tunai dan memilih kartu. Namun jika harus berurusan dengan uang tunai, kita harus ekstra hati-hati," tambahnya.

Restoran Kecil dan Ramai

Ilustrasi
Ilustrasi restoran cepat saji. (dok. pexels.com/@davideibiza)

Kafe kecil yang privat bisa jadi opsi favorit sebelum pandemi, namun sekarang harus berpikir dua kali. Sebab dalam ruang kecil, kita akan sulit menjaga jarak dengan orang lain.

"Tidak banyak data, tapi dari sudut pandang keamanan saya, tapi letak meja yang berdekatan itu tidak aman. Saat makan, kita juga harus membuka masker, namun pastikan jika semua staf resto memakai maskernya," lanjutnya.

Gereja

Seperti kebanyakan ruangan tertutup lainnya, Dr. Cate belum merekomendasikan pergi ke gereja. Namun jika gerejamu beradaptasi menawarkan layanan ibadah dalam kondisi new normal, bisa dipertimbangkan.

"Banyak tempat yang benar-benar beradaptasi dan biasanya mereka mengirimkan kuesioner kesehatan sebelumnya dan mewajibkan memakai masker," ujarnya.

Bar

Bisnis kafe
Ilustrasi bisnis kafe/Shutterstock.

Rindu ingin pergi ke bar langganan? Sepertinya harus menahan hasrat itu lebih lama. Sebab bar dalam ruangan berisiko cukup tinggi dengan banyak permukaan yang tersentuh.

Apalagi saat minum, orang bisa menjadi kurang hati-hati. Dr. Cate lebih menyarankan untuk mengunjungi bar luar ruangan seperti di teras atau dek.

"Jika kamu punya acara di bar pilih di luar daripada di dalam dan lakukan dengan sekelompok kecil orang, maksimal 10 orang," lanjutnya.

Gym

perempuan olahraga
ilustrasi gym/Photo by mentatdgt from Pexels

Dengan banyaknya keringat di gym, tentu kita sudah tahu jika menjadi potensial untuk berkumpulnya kuman bahkan sebelum terjadinya pandemi. Namun jika gym mengikuti protokol pengendalian infeksi dengan mensterilkan semua permukaan beda, bisa dipertimbangkan.

Jika kita lebih suka berolahraga di luar, Dr Cate menyarankan untuk pergi lebih pagi karena cenderung lebih sepi dengan tetap memakai masker.

Kolam renang umum

Ilustrasi berenang
Ilustrasi berenang. Sumber foto: unsplash.com/Haley Phelps.

Meski belum ada bukti virus corona dapat menular lewat air, namun renang di tempat umum masih bisa menimbulkan risiko. Menurut Dr Cate, air berisiko lebih rendah menularkan Covid-19 dan klorin mengurangi banyaknya viral load.

"Namun saat berada di kolam ramai di mana semua orang berdiri karena kolam dangkal dan bernapas berdekatan, itu tidak ideal," ujarnya.

Begitu juga saat ingin bersantai di kursi pantai, pastikan sudah dibersihkan sebelumnya. Jadi, jika tidak mendesak, hindarilah pergi ke kolam renang umum.

Spa

Spa
Ilustrasi spa/copyright shutterstock

Spa menjadi opsi favorit untuk menikmati relaksasi saat berbulan-bulan dikarantina. Namun Dr. Cate mengatakan untuk menghindari sauna dan kamar uap.

"Suhunya lebih tinggi dan berpotensi menciptakan lingkungan yang mirip dengan cawan petri dan sulit mensterilkan area tersebut," ucapnya.

Namun jika potong rambut atau manikur, masih aman, lanjut Dr. Cate. Selama keduanya memakai masker.

Mal

[Fimela] pusat perbelanjaan
ilustrasi pusat perbelanjaan | pexels.com/@pixabay

Seperti bar, mal memiliki banyak permukaan yang sering disentuh dan mudah terkontaminasi. Seperti pegangan eskalator, rak, pakaian, tombol lift, kamar ganti, semua menjadi sumber transmisi potensial.

"Saya masih akan gugup pergi ke mal dalam ruangan. Saya akan bertahan untuk belanja online karena sulit mengontrol seberapa sering hal-hal itu dibersihkan," ujar Cate.

Konser

Konser musik
Ilustrasi konser musik (Photo by Anthony DELANOIX on Unsplash)

Banyak musisi yang membatalkan konser indoor dan outdoor-nya musim ini. Meski nantinya akan ada aturan jarak enam kaki saat nonton konser, Dr. Cate tak yakin penonton bisa menjaga untuk tetap memiliki jarak sosial.

Karena semua orang ingin mendapatkan pemandangan terbaiknya. "Saya akan menjauhi konser dan tempat-tempat orang berkumpul," lanjutnya.

Bowling alley

Bowling dari Botol Bekas
©Shutterstock

Lewati main bowling, karena pikirkan saja semua permukaan disentuh selama satu putaran permainan. Dari sepatu yang disewa hingga bola bowling.

"Sangat sulit bagi tempat ini untuk membersihkan areanya dan menjaga untuk benar-benar melakukan dekontaminasi. Bahkan sistem penyaringan udara bisa menyembunyikan Covid-19," ujarnya.

Bioskop

nonton bioskop
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Nestor+Rizhniak

Coret bioskop dari daftar tempat kunjung kita untuk waktu dekat. Saat ini harus puas dengan streaming di rumah atau teater drive-in yang menjadi salah satu opsi teraman nonton bioskop.

"Saya pikir ide drive-in cemerlang. Kita bisa menonton di mobil bersama keluarga setelah dikarantina. Sebab rasanya sulit kembali ke bioskop sekarang."

Taman hiburan

Seperti teater drive-in, masih ada cara untuk beradaptasi sambil menyesuaikan ke era new normal termasuk amusement park. Seperti opsi safari drive-through bisa menjadi alternatif yang aman dan fun.

Namun untuk wahana di taman bermain, pasti memiliki tali pengikat atau gesper yang sulit dibersihkan. Dr. Cate pun tidak merekomendasikan bermain di taman hiburan. 

Kantor dokter/Klinik

Satu tempat yang masih harus dikunjungi selama pandemi, tentu saja kantor dokter atau rumah sakit. Banyak orang takut datang ke klinik atau rumah sakit, termasuk dokter sendiri.

"Jika khawatir datang ke klinik, cobalah hubungi rumah sakit atau dokter untuk mengatur janji atau jika tidak mendesak, bisa menundanya," tutup Cate.

Simak Video Berikut

#ChangeMaker 

Lanjutkan Membaca ↓