4 Hal yang Perlu Dilakukan Orangtua Ketika Anak Mengalami Kegagalan

Imelda Rahma02 Jul 2020, 08:35 WIB
Orangtua

Fimela.com, Jakarta Kegagalan adalah bagian dari proses hidup yang akan dialami oleh setiap orang termasuk anak-anak. Sejak kecil, mereka sudah mengenal kegagalan, mulai dari kegagalan yang terjadi pada ranah akademik maupun non akademik. Saat hal itu terjadi, pastikan orangtua melakukan hal yang tepat dan benar untuk membangkitkan motivasi dan semangat anak.

Adanya sistem reward dalam pola asuh anak juga bisa berdampak buruk karena bisa memberi tekanan pada anak secara tidak langsung. Saat menggunakan sistem reward, apresiasi diberikan kepaad sang anak ketika mereka berprestasi, namun jika tidak, mereka tidak mendapatkan apa-apa atau justru mendapatkan hukuman.

Dilihat dari aspek keadilan, sistem reward memang adil, namun dilihat dari segi pembangunan mental anak, tentu itu bukan hal yang bijak. Seharusnya apresiasi tidak hanya diberikan pada saat mereka menang, tetapi juga diberikan saat mereka gagal agar tidak ada kata putus asa, sakit hati, kecewa, dan lain sebagainya.

Orangtua memiliki peran besar untuk menciptakan motivasi pada anak. Untuk itu, Fimela.com kali ini akan membagikan informasi 4 hal yang perlu dilakukan orangtua ketika anak mengalami kegagalan.

Berusaha Menenangkan Anak

Berusaha Menenangkan Anak
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/KetutS

Hal pertama yang harus dilakukan orangtua saat anaknya berada dalam kegagalan ialah berusaha menenangkannya. Pada saat gagal, sang anak berada pada posisi terjatuh dan sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang yang dicintainya. Jangan pernah meninggalkan apalagi memarahi anak pada saat mereka gagal, karena itu bukanlah hal yang bijak.

Entah seburuk apapun hasil yang didapatkan oleh sang anak, hal penting yang harus dijaga pertama kali ialah kondisi anak itu sendiri. Hasil masih bisa dirubah, masih ada kesempatan besok, tetapi anak hanya ada satu. Jangan sampai orangtua keliru, berfokus pada hasil sementara kondisi anak diabaikan.

Memberi Nasihat dan Dukungan

Memberi Nasihat dan Dukungan
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/KetutS

Selanjutnya, hal lain yang perlu dilakukan orangtua setelah berhasil menenangkan anak ialah menasehatinya dan juga memberikan dukungan. Hal ini sangat penting. Motivasi dan harga diri serta semangat anak akan bangkit lagi jika mereka tahu bahwa orangtuanya tidak kecewa bahkan memberi dukungan untuk kembali maju.

Katakanlah pada sang anak kalimat-kalimat yang menenangkan agar mereka tidak lagi kecewa pada diri sendiri atau merasa kesal dan marah. Katakan pada anak-anak bahwa yang terpenting bukanlah hasilnya tetapi bagaimana mereka menjalani prosesnya karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. Sekalipun mereka gagal, mereka sudah berhasil mengalahkan diri sendiri untuk bekerja keras dan berusaha memberikan yang terbaik.

Memberikan Evaluasi

Memberikan Evaluasi
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/KetutS

Berikutnya, ketika anak sudah mulai tenang dan dapat menerima keadaan, kini waktunya bagi orangtua untuk memberikan evaluasi. Pada bagian ini, orangtua harus mampu membahasakan bahwa sang anak tidak gagal dengan cara mengidentifikasi atau melihat hal apa yang menjadi hambatan sampai membuatnya gagal.

Agar anak mau terbuka maka orangtua harus bisa membuka obrolan senyaman mungkin. Ketika sang anak sudah mulai menceritakan kesulitannya, tugas orangtua berikutnya adalah memberi tahu mana yang harus dihindari dan mana yang harus diperbaiki. Dengan cara ini, anak akan mengerti apa yang tidak boleh dan boleh mereka lakukan kedepan agar berhasil dan tidak mengalami kegagalan yang sama.

Menghibur dan Tetap Memberikan Reward

Menghibur dan Tetap Memberikan Reward
Ilustrasi Orangtua dan Anak Credit: pexels.com/KetutS

Terakhir, hal yang harus dilakukan orangtua saat anak mengalami kegagalan adalah menghiburnya dan tetap memberikan reward. Dengan menghiburnya, anak akan lupa terhadap kegagalannya dan lebih cepat kondisinya membaik serta kembali semangat untuk belajar dan berusaha lebih lagi.

Jangan lupa untuk tetap memberikan reward, ini adalah bukti bahwa orangtua tidak hanya berfokus pada hasil tetapi juga menghargai kerja keras dan usaha anak. Tunjukkan bahwa apapun yang terjadi anak akan selalu menjadi prioritas utama dan yang paling berharga dibandingkan sebuah predikat atau nilai yang sempurna.

Lanjutkan Membaca ↓