Alasan Pentingnya Vitamin D Bagi Tubuh di Era Normal

Anisha Saktian Putri13 Jul 2020, 14:30 WIB
Berjemur/dok. Unsplash Alexander

Fimela.com, Jakarta Di tengah pandemic COVID-19 ini, roda ekonomi harus tetap bergerak sehingga kita semua sudah kembali beraktivitas, sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat pun dihimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh di era new normal, dimana salah satunya dapat diperoleh melalui vitamin D. 

“Sudah banyak masyarakat yang kembali beraktivitas, untuk itu mereka dituntut untuk selalu sehat sampai vaksin COVID-19 ditemukan. Hal yang dapat kita lakukan diantaranya mempehatikan dan menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, cukup istirahat, rajin berjemur dan jika diperlukan konsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh,”ujar dr. Adityo Susilo, SpPD-KPTI, Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Penyakit Dalam FKUI/RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo sekaligus Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19 dalam acara peluncuran virtual PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) meluncurkan Prove D3. 

dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Medistra juga menyempaikan salah satu cara menjaga imunitas dengan mencukupi vitamin D dalam tubuh. 

“Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang berperan dalam sejumlah fungsi penting untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penularan infeksi virus termasuk Covid-19,” papar dr. Cindiawaty. 

Namun sayangnya, secara umum ternyata banyak orang Indonesia yang mengalami kekurangan vitamin D, baik anak, remaja, dewasa, usia lanjut, dan juga ibu hamil. Hasil penelitian antara lain menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dialami oleh 63% wanita dewasa, 78,2% pada usia lanjut, 61,25% ibu hamil, 44% pada anak usia 6 bulan-12 tahun.

Dari hasil pemeriksaan genetik, banyak orang Indonesia juga berisiko kekurangan vitamin D yang disebabkan karena variasi genetik (sumber: Food Nutr Bull 2013; Acta Med Indones 2010; Asia Pac J Clin Nutr 2008; Br J Nutr 2013;).

Memperoleh vitamin D untuk imunitas tubuh

Vitamin/dok. Unsplash Adam
Vitamin/dok. Unsplash Adam

dr. Cindiawaty menyampaikan memperoleh vitamin D dapat dilakukan dengan rutin berjemur.  “Saat berjemur kita bisa memperoleh vitamin D yang diproduksi di kulit sehingga dapat membantu mencegah penularan infeksi virus COVID-19,”lanjut dr. Cindiawaty. 

Selain itu, dapat juga mengonsumsi suplemen vitamin D. dr. Cindiawaty mengatakan konsumsi vitamin D baiknya ketika sudah makan. 

Pharma Marketing Director PT Kalbe Farma Tbk, Ridwan Ong mengatakan, pihaknya menghadirkan Prove D3 yang merupakan suplemen vitamin D3 dengan bentuk sediaan tetes pertama yang dipasarkan di Indonesia.

“Vitamin D3 yang diluncurkan bentuk sediaan tetes (drops) dengan kandungan vitamin D3 400 IU per tetes.  Prove D3 Drops merupakan vitamin D Drops 400 IU pertama yang dipasarkan di Indonesia.  Meskipun berbentuk drops, Prove D3 bisa digunakan untuk anak dan dewasa termasuk usia lanjut. Prove D3 dikemas dalam botol tetes terstandar sehingga menjamin dosis yang diberikan sama untuk setiap tetesnya,” tambah Ridwan.

Perlu diingat juga, faktor risiko lain yang menyebabkan banyaknya orang Indonesia mengalami kekurangan vitamin D adalah kurangnya terpapar sinar matahari akibat lebih seringnya menghabiskan waktu atau bekerja di dalam ruangan dari pagi hingga sore hari, penggunaan tabir surya atau pakaian tertutup ketika berada di luar ruangan,  kurangnya asupan vitamin D dari makanan, usia lanjut, dan obesitas. Para penyintas penyakit autoimun seperti lupus juga sensitif terhadap sinar matahari, sehingga hampir semua penyintas lupus tersebut kekurangan vitamin D. 

 

#Changemaker

Lanjutkan Membaca ↓