Mengenalkan Indonesia Melalui Bakiak Batok Kelapa di Inggris Raya

Endah Wijayanti11 Agu 2020, 14:20 WIB
merayakan hari kemerdekaan

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti punya pengalaman tak terlupakan terkait negeri kita tercinta Indonesia. Ada kebanggaan yang pernah kita rasakan sebagai bagian dari Indonesia. Kebanggaan terhadap keindahan alam Indonesia, kekayaan tradisi dan budaya, kecintaan terhadap masyarakat Indonesia, dan lain sebagainya. Kita pun punya cara tersendiri dalam mengartikan kebanggaan terhadap tanah air ini. Melalui Lomba Share Your Stories Bulan Agustus: Bangga Indonesia ini, Sahabat Fimela bisa berbagi cerita, pengalaman, dan sudut pandang tentang hal tersebut.

***

Oleh: Nova Ulya

Merantau, mungkin hampir sebagian orang pernah mengalaminya. Tak terkecuali aku. Hidup jauh di belahan bumi yang berbeda tak mengurangi rasa cintaku akan negara tercinta Indonesia. Namun terasa hampa saat tidak bisa merayakan semaraknya perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus yang identik dengan berbagai macam lomba. Kemeriahan menjelang hari kemerdekaan dengan pemasangan bendera merah putih, lampion warna-warni hingga pentas seni hanya menjadi angan semata. Tak jarang rindu semakin menggelora kala menyaksikan upacara bendera 17 Agustus di Istana Merdeka melalui layar kaca.

Aku masih tetap bersyukur berada di negara Inggris Raya yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi. Menjadi kaum minoritas di negara orang tak jarang membuat kita khawatir akan nilai toleransi, mungkinkah mereka menghargai keberadaan kita ditengah-tengah mereka? Kekhawatiranku pun sirna saat betapa indahnya toleransi dikenalkan disini, salah satunya dalam lingkup sekolah.

Bentuk toleransi dalam lingkup sekolah salah satunya adalah diadakannya International Day. Hari di mana semua siswa menunjukkan keunikan dan keindahan budaya khas negaranya. Si kecil yang masih duduk di bangku Foundation stage 2, atau setara dengan kelas TK B ikut serta merayakannya. Ya, bersekolah di sini tidak melulu semua siswa berasal dari Inggris Raya, banyak teman-teman si kecil yang berasal dari berbagai negara yang berbeda. Mungkin itulah mengapa pihak sekolah mengadakan International Day. Selain belajar toleransi, mereka juga belajar akan budaya dari negara lain.

Perayaan International Day menjadi perayaan yang ditunggu semua siswa, guru-guru dan orang tua siswa tentunya. Semuanya berlomba-lomba menampilkan sesuatu yang terbaik dari negaranya. Pakaian, makanan hingga permainan tradisional. Tak terkecuali si kecil. Aku berusaha menanamkan kecintaan akan Indonesia sejak dini pada si kecil. Begitu bangga saat ada yang bertanya pada nya, “Where are you from?” dan dengan lantang nya dia menjawab “Indonesia." Si kecil pun fasih menyanyikan beberapa lagu nasional. Dengan sangat antusias, dia berkeinginan jika sampai di Indonesia nanti dia ingin bertemu Pak Presiden.

International Day

anak indonesia
Anak Indonesia./Copyright shutterstock.com/g/WhiteStocks_

Saat International Day, si kecil aku pakaikan baju khas Jogjakarta, surjan lengkap dengan blangkonnya. Lucu dan bangga, kala melihatnya bersiap ke sekolah dengan baju surjannya. Selain surjan, aku pun membawakannya permainan tradisional “Bakiak Batok Kelapa” atau ada yang menyebutnya “Egrang Batok Kelapa”. Di perayaan International Day, orang tua diperbolehkan ikut serta dalam acara tersebut. Peran orang tua menjelaskan baju adat, permainan dan makanan yang dibawa anak-anak mereka.  

Aku dan suami pun ikut serta dalam acara tersebut. Menjadi daya tarik tersendiri kala si kecil dengan baju surjannya memainkan bakiak batok kelapa. Meski masih terseok-seok dan jatuh bangun dia terlihat bangga kala memperlihatkan permainan tersebut kepada teman-temannya. Guru-guru nya pun antusias datang menghampiri dan bertanya tentang permainan tersebut. Hingga salah satu guru, Miss Danjal namanya begitu tertarik akan permainan tersebut. Dia bercerita jika permainan bakiak batok kelapa mengingatkan akan negaranya, Sri Lanka.

Di Sri Lanka, permainan bakiak batok kelapa ternyata juga ada. Permainan tersebut membuatnya mengenang masa kecilnya. Karena satu rumpun Asia, permainan pun juga sama, pikirnya. Indahnya keberagaman, kesan yang aku dapat di sini. Teman-teman si kecil pun sangat antusias dan ingin mencobanya. Permainan unik yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya.

Ya, dari hal kecil yang terkesan biasa menjadi sangat istimewa di kala kita berada jauh dari negara kita Indonesia. Banyak cara mengenalkan Indonesia kepada anak-anak kita. Permainan yang sangat jarang dimainkan menjadi sesuatu yang luar biasa dikancah luar negera. Bakiak batok kelapa, meski terkesan sederhana inilah caraku mengenalkan Indonesia. Aku bangga Indonesia.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓