Kisah Mendur Bersaudara Mengabadikan Momen Proklamasi Indonesia

Karla Farhana11 Agu 2020, 13:30 WIB
Kisah Mendur Bersaudara Mengabadikan Momen Proklamasi Indonesia

Fimela.com, Jakarta Mempelajari sejarah Kemerdekaan Indonesia tak jauh dari foto-foto Presiden RI pertama, Soekarno yang sedang membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan. Namun sayang, para fotografer yang mengadikan momen bersejarah tersebut sangat jarang dibicarakan.

Mereka adalah Frans dan Alex Mendur, kaka beradik asal Minahasa, Sulawesi Utara yang berhasil mengabadikan pembacaan teks Proklamasi dan detik-detik kemerdekaan Indonesia. 

Dilansir dari berbagai sumber, Frans dan Alex merupakan fotografer dan pewarta foto yang dulu bekerja di sebuah koran berbahasa Belanda di Jakarta, Java Bode. Pada tahun 1935, Frans mengikuti jejak kakaknya menjadi seorang pewarta foto. 

Pada 17 Agustus 1945, Frans mendengar kabar dari koran Asia Raya mengenai pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Soekarno. Secara terpisah, Frans dan Alex bergegas menuju kediaman Soekarno. Ketika pembacaan Proklamasi dimulai dengan sangat sederhana, Mendur Bersaudara berhasil mengabadikan momen sakral dan bersejarah tersebut. 

Frans Mendur berhasil mengabadikan 3 foto dari 3 frame film yang tersisa di dalam kameranya. Foto pertama merupakan foto sang Proklamator saat membacakan teks Proklamasi. Foto kedua merupakan foto Latief Hendraningrat yang sedang mengibarkan bendera merah putih, dan foto terakhir berhasil mengabadikan suasana upacara dimana para pemuda menyaksikan pengibaran sang Saka Merah Putih

[Bintang] Mendur Bersaudara
Mendur Bersaudara | Sumber Foto: instagram.com/punyedistrobetawi

Menyembunyikan Roll Film dari Tentara Jepang

Upacara Kemerdekaan Indonesia dan pembacaan teks Proklamasi pun selesai. Mendur bersaudara lantas bergegas meninggalkan kediaman Soekarno untuk bersembunyi dan melindungi hasil jepretan mereka dari para tentara Jepang. Sayangnya, Alex justru tertangkap. Semua hasil jepretan Alex pun dimusnahkan. 

Untungnya, Frans sang adik selamat dan berhasil melarikan diri. Dia berhasil menyembunyikan negatif film miliknya dengan cara dikubur di dalam tanah, di belakang kantor surat kabar harian Asia Raya. 

Bebera sumber mengatakan, Frans sebenarnya sempat didatangi tentara Jepang dan ditanya soal negatif film tersebut. Namun, Frans yang cerdik mengaku kalau negatif film tersebut sudah dibawa Barisan Pelopor. 

Meski berhasil lolos dari tentara Jepang, perjuangan Frans dan Alex belum juga selesai. Mereka harus mencetak foto dari negatif film yang berhasil Frans sembunyikan tadi secara diam-diam. Pada tengah malam, mereka melompati pagar untuk masuk ke kantor Domei yang kini menjadi Kantor Berita Antara untuk mencetak foto-foto Kemerdekaan Indonesia. Foto-foto karya Frans kemudian terbit pertama kali di Harian Merdeka pada Februari 1946.  

Frans dan Alex kemudian diberi penghargaan Bintang Jasa Utama pada pada 9 November 2009, oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓