Produk Kesehatan hingga Tambahan Modal Rp2,4 Juta Bantu Pulihkan UMKM di Masa Pandemi

Vinsensia Dianawanti12 Agu 2020, 14:30 WIB
[Fimela] UMKM

Fimela.com, Jakarta Industri UMKM di Indonesia menjadi salah satu sektor ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19. Banyak usaha yang mengalami penurunan pemasukan hingga terpaksa gulung tikar. Di awal pandemi, pemerintah dan swasta fokus pada masalah kesehatan dengan penerapan kebijakan PSSB dan pembentukan protokol kesehatan.

Kini, pemerintah dan swasta mulai fokus mengembalikan kehidupan ekonomi negara dengan memulihkan kehidupan industri UMKM. Sebagai salah satu perusahaan swasta terbesar, Unilever pun ambil bagian dalam inisiatif ini. Melalui kampanya #UnileverUntukIndonesia, perusahaan mendorong kebangkitan UMKM khususnya bagi 147ribu pedagang warung sebagai bagian dari ekosistem Unilever di tengah pandemi.

“Pemerintah terus berupaya mengakselerasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk dengan mempercepat penyaluran Kredit UsahaRakyat (KUR) bagi UMKM, melihat keberlangsungan operasional mereka yang menurun selama beberapa bulan terakhir. Untuk kembali membangkitkan UMKM, Pemerintah secara khusus telah mengalokasikan stimulus sebesar Rp123,46 triliun,” ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto dalam sesi webinar pada Selasa (11/8/2020).

Pemerintah pun mendorong penggunaan barang-barang lokal melalui gerakan bangga buatan Indonesia. Menyiapkan bantuan produktif untuk pelaku usaha mikro dan beberapa upaya untuk meningkatkan UMKM.

 

Bantuan dana modal

[Fimela] UMKM
ilustrasi UMKM | pexels.com/@mentatdgt-330508

Pemerintah dan swasta pun kembali bekerja sama untuk mempersiapkan ketersediaan kredit modal kerja bagi 12 juta pelaku UMKM. Besaran bantuan yang diberikan sebesar Rp2,4 juta.

Bagi Unilever Indoensia, kemitraan dengan pelaku UMKM menjadi bagian penting dari eksositem dan pertumbuhan perusahaan itu sendiri. Melalui kampanye #UnileverUntukIndonesia, perusahaan melakukan banyak cara untuk memberi dukungan nyata kepada pelaku UMKM.

"Pemerintah telah melakukan segalanya. Kami melakukan bagian kami untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang signifikan. Di bulan awal lebih ke arah keselamatan. Sekarang bantuan lebih kepada penghidupan kembali UMKM," ungkap Hermant Bakshi selaku Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk.

 

Bantuan produk kesehatan

[Fimela] UMKM
ilustrasi UMKM | pexels.com/@thatguycraig000

Salah satunya dengan menyumbangkan keuntungan dari transaksi dengan warung-warung selama tiga bulan ke depan berupa paket berisi produk kebersihan serta APD. Memastikan pedagang warung dapat tetap sehat dan selamat dengan pemberian produk seperti pelindung wajah, masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan Lifebuoy serta Wipol Karbol.

Selain itu, tambahan modal diberikan dalam bentuk e-coupun yang dapat digunakan melalui aplikasi Sahabat Warung. Ini merupakan platform digital yang diluncurkan untuk memudahkan para mitra warung dalam proses pemesanan barang, proses komunikasi, dan memangkas rantai distribusi.

Tidak hanya fokus pada pemulihan dengan memberikan stimulus, Unilever Indonesia juga mengajak para pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi digital. Dengan pendampingan dan sistem teknologi untuk pengembangan minimarket lokal hingga pelatihan literasi digital. Meminimalisir kontak dalam transaksi jual beli.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓