Jangan Anggap Remeh, 3 Cara Paling Tepat Pertolongan Pertama pada Luka

Vinsensia Dianawanti23 Sep 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 23 Sep 2020, 19:30 WIB
Ilustrasi luka

ringkasan

  • Simak cara melakukan pertolongan pertama untuk mengatasi luka
  • Dengan memberikan pertolongan pertama, membuat luka lebih cepat sembuh
Lanjutkan Membaca

Fimela.com, Jakarta Setiap orang memiliki risiko terkena luka di setiap aktivitas yang ia lakukan. Menurut dr. Adisaputra Ramadhinara dalam sesi talkshow virtual bersama Hansaplast beberapa waktu lalu menuturkan 70 persen orang Indonesia mengalami luka ketika berakvitas sehari-hari.

Sementara, 42 persen orang terluka saat berada di perjalanan, 36 persen saat berada di rumah, dan 5 persen di sekolah. Namun banyak orang Indonesia yang menganggap remeh soal luka.

"Ah ntar juga sembuh sendiri. Mindset kita yang seperti ini harus diubah. Luka akan sembuh sendiri itu kalau luka ringan. Tapi kita tidak pernah tahu jika luka yang terkomplikasi. Lukanya bisa jadi jauh lebih parah dan menyebar," kata dr. Adisaputra.

Untuk itu, perlu dilakukan penanganan sesegera mungkin untuk mencegah luka semakin parah. dr. Adisaputra menjelaskan cara melakukan pertolongan pertama untuk mengobati luka.

 

1. Membersihkan luka

Ilustrasi luka
Ilustrasi luka (Foto: unsplash.com)

Ini menjadi tahapan paling penting dalam perawatan luka. Luka yang membuat jaringan kulit rusak dan terbuka berpotensi terpapar bakteri. Mencegah luka menjadi infeksi, perlu dibersihkan terlebih dahulu dengan cairan antiseptik. Ahli medis memiliki standar cairan antiseptik yang mengandung Polyhexamethylene Biguanide atau PHMB yang merupakan cairan antiseptik tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menyebabkan perih.

2. Melindungi luka

Jaringan kulit akan meregenerasi dirinya sendiri ketika terluka. Namun selama proses penyembuhan, luka tersebut perlu dilindungi agar terbebas dari bakteri dan kuman. dr. Adisaputra tidak merekomendasikan menggunakan kassa untuk menutupi luka. Butuh sekitar 64 lipat kassa agar ia benar-benar menutupi luka dari bakteri dan kuman. Sehingga lebih disarankan menggunakan plester.

Plester akan melindungi luka dari bakteri, kuman, bahkan siraman air saat mandi. Ia juga akan membuat luka tetap lembap namun tidak basah. Sehingga mempercepat proses penyembuhan.

3. Mengganti plester dua kali sehari

Untuk memaksimalkan penyembuhan, kamu harus mengganti plester sebanyak dua kali sehari. Jika luka sudah mulai mengering, kamu bisa ganti plester dengan menggunakan salep untuk mempercepat proses penyembuhan dan menurunkan risiko luka berbekas.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓