Uangku Tak Mampu Memenuhi Kebutuhan Jiwaku

Endah Wijayanti22 Sep 2020, 14:15 WIB
Diperbarui 22 Sep 2020, 14:15 WIB
perempuan bekerja

Fimela.com, Jakarta Ada yang bilang uang bukan segalanya. Hanya saja uang tetaplah kita butuhkan dalam kehidupan. Mengatur keuangan, membuat rencana keuangan untuk jangka waktu tertentu, mewujudkan impian melalui perencanaan finansial yang baik, rencana investasi dan membeli rumah, hingga pengalaman terkait memberi utang atau berutang pasti pernah kita alami. Banyak aspek dalam kehidupan kita yang sangat erat kaitannya dengan uang. Nah, dalam Lomba Share Your Stories September 2020: Aku dan Uang ini Sahabat Fimela semua bisa berbagi tulisan terkait pengalaman, cerita pribadi, kisah, atau sudut pandang terkait uang. Seperti tulisan berikut ini.

***

Oleh: Fuji Lindya

Orang sekitar mengira aku budak dunia. Bahkan dicap sebagai materialistis hanya karena terlihat rajin mencari uang. Sebagian besar dari waktuku tiap hari  dihabiskan untuk mencari uang. Setidaknya aku lakukan dari pagi hingga sore hari. Sementara di luar waktu utama, aku menjalankan hobi diarahkan untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Setiap saat aku berpikir bagaimana caranya agar uang yang aku punya bisa cepat bertambah banyak.

Iya benar aku akui, hidup itu butuh uang. Ketika lapar datang, butuh uang untuk membeli makanan. Ingin ibadah salat, butuh uang untuk mencukupi perlengkapannya. Merasa bosan dan jenuh, butuh uang untuk saku refreshing. Mau berselancar di dunia maya, perlu uang juga untuk beli kuota. Hampir semua hal yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan hidup membutuhkan uang.

Uang Tak Memberiku Ketenangan

karakter zodiak
ilustrasi./Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Awalnya aku berharap uang cukup memberiku cinta dan kasih sayang. Harapanku, aku pun akan mendapatkan ketenangan bersamanya. Namun kenyataannya, hal itu tidak aku dapatkan sepanjang hari dengan uang yang kumilki. Meskipun uangku banyak dan bisa membeli apa yang kumau, hatiku tetap kosong dan hampa.

Aku pun belajar dari hal tersebut. Uang saja belum cukup memenuhi kebutuhan diri. Aku membutuhkan sesuatu untuk menghidupkan jiwaku.

Aku buka mata mencari tahu, bagaimana caranya aku memenuhi kebutuhan jiwa. Aku dapati tetanggaku, dia hidup tak bergelimang uang. Namun aku selalu temukan ketenangan dan kebahagiaan di raut wajahnya. Cinta dan kasih sayang orang-orang di sekitarnya berperan besar. Dia merasa tenang dengan keberadaanya. Tempat berbagi rasa, cerita, semangat dan langkah bersama. Sesuatu yang saat ini tidak ada pada hidupku.

 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓