Mengenal Chuseok, Waktunya Masyarakat Korea Mudik ke Kampung Halaman

Annissa Wulan30 Sep 2020, 16:30 WIB
Diperbarui 30 Sep 2020, 16:30 WIB
Ilustrasi Korea

Fimela.com, Jakarta Jika kamu salah satu penggemar drama Korea, mungkin tidak asing dengan penyebutan Chuseok. Chuseok atau secara harfiah berarti malam musim gugur dalam bahasa Korea adalah festival panen raya dan hari libur selama 3 hari di Korea Utara dan Korea Selatan.

Chuseok dirayakan pada hari ke-15, bulan ke-8 pada kalender lunar saat bulan purnama. Seperti banyak festival panen di seluruh dunia, Chuseok di Korea diadakan pada akhir musim panas atau awal musim gugur.

Memperingati panen yang baik, masyarakat Korea biasanya akan mengunjungi kampung halaman leluhur mereka dan mengadakan pesta berbagi makanan tradisional. Makanan yang dibagikan seperti songpyeon dan anggur beras seperti sindoju.

 

Tradisi Chuseok

Ilustrasi Korea
Ilustrasi Korea. Sumber foto: unsplash,com/Jakub Kapusnak.

Ada 2 tradisi utama yang berkaitan dengan Chuseok, yaitu Charye atau upacara peringatan leluhur di rumah dan Seongmyo atau kunjungan keluarga ke kuburan leluhur, bersamaan dengan Beolcho atau merapikan kuburan leluhur. Menurut kepercayaan, Chuseok dimulai sejak masa pemerintahan raja ketiga kerajaan Silla.

Namun, tidak sedikit yang percaya bahwa Chuseok mungkin berasal dari perayaan perdukunan kuno di bulan panen. Panen baru dipersembahkan kepada dewa dan leluhur setempat, yang berarti Chuseok mungkin berasal dari ritual pemujaan.

Di beberapa daerah, jika tidak ada panen, ritual ibadah akan ditunda dan Chuseok ditiadakan. Di Korea Selatan, Chuseok sering dilakukan dengan melakukan perjalanan dari kota besar ke kampung halaman untuk menghormati roh nenek moyang.

Chuseok merayakan panen yang melimpah dan berusaha agar tahun depan menjadi lebih baik dari tahun lalu.

Aktivitas selama hari Chuseok

Ilustrasi Korea
Ilustrasi Korea. Sumber foto: unsplash,com/Valery Rabchenyuk.

Orang-orang melakukan ritual pemujaan leluhur di pagi hari, kemudian mengunjungi makan leluhur untuk membersihkan area kuburan, dan memberikan makanan, minuman, serta hasil panen kepada para leluhur.

Masyarakat Korea Selatan menganggap musim gugur sebagai musim terbaik karena langitnya yang cerah, angin sejuk, dan musim panen yang sempurna. Banyak tempat tutup selama hari libur nasional ini dan tiket perjalanan akan terjual habis dalam 3 bulan sebelumnya.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓