Bahaya Meninggalkan Makanan Dalam Mobil, Ini Alasannya

Novi Nadya13 Okt 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 13 Okt 2020, 10:00 WIB
Makan di mobil

Fimela.com, Jakarta Ada berbagai alasan mengapa kita membawa makanan ke dalam mobil. Seperti berbelanja bulanan, membeli makanan untuk dibawa pulang, atau perjalanan darat untuk liburan.

Apa pun alasannya, penting untuk kita mengetahui tentang keamanan makanan di dalam mobil, terutama dalam cuaca panas. Terutama jika ada anak di bawah usia 5 tahun, ibu hamil, lansia di atas 65 tahun, atau siapa pun dengan kondisi medis seperti kanker dan diabetes tinggal bersama kita di rumah.

"Untuk menjaga keamanan makanan, kita perlu menghindari 'zona bahaya'. Bakteri tumbuh paling cepat dalam kisaran suhu antara 4,44 sampai 60 derajat celcius dan akan berlipat ganda jumlahnya hanya dalam waktu 20 menit," ujar Juru Bicara Akademi Nutrisi dan Diet serta Ketua Departemen Nutrisi & Diet di University of North Florida Lauri Wright, PhD, RDN melansir dari rd.com.

Faktanya akan membuat kita terkejut, karena suhu mobil tanpa AC dalam bisa mencapai 60 derajat celcius di beberapa bagian negara selama musim panas. Dan tentunya suhu interior atau dalam mobil bisa lebih tinggi lagi.

Cara Penyimpanan Makanan yang Aman di Mobil

[Fimela] makanan manis
ilustrasi penyuka makanan manis | unsplash.com/@byfoul

Itu berarti makanan akan menjadi sangat panas dengan cepat. Kenyataannya tidak ada makanan yang boleh terpapar suhu tinggi dalam waktu lama.

"Karena bukan hanya makanannya, wadah atau pembungkus makanan biasanya tidak dirancang untuk menahan suhu ini dan mungkin akan berinteraksi dengan isi di dalamnya. Hal ini menjelaskan mengapa botol air plastik juga punya tanggal kedaluwarsa," timpal Direktur Program Pendidikan di Bolt On Technology dan spesialis perbaikan mobil John Burkhauser.

Lantas bagaimana cara menyimpan makanan tetap aman di dalam mobil? Secara umum, makanan harus disimpan dalam lemari pendingin dan makanan panas harus tetap panas.

"Tempatkan makanan dingin dalam pendingin dengan kantong gel atau es beku. Menyimpannya pada suhu 40 derajat F atau lebih rendah akan mencegah pertumbuhan bakteri," kata Wright.

Sementara untuk menjaga makanan panas tetap panas, Wright merekomendasikan sebisa mungkin tidak membiarkan disimpan terlalu lama. Kecuali ada unit pemanas portabel yang dapat digunakan dengan aman.

Simak video berikut ini

#ChangeMaker 

Lanjutkan Membaca ↓