Fimela Fest 2020: Puput Hidayat, Perempuan di Balik UMKM Agar Mampu Beradaptasi Secara Digital di Masa Pandemi

Vinsensia Dianawanti13 Okt 2020, 17:20 WIB
Diperbarui 13 Okt 2020, 17:23 WIB
[Fimela] UMKM Kuliner

Fimela.com, Jakarta Industri UMKM menjadi salah satu industri yang terdampak di masa pandemi COVID-19. Namun kehadiran platform digital menjadi penyelamat pelaku UMKM untuk meneruskan bisnisnya di masa pandemi. Untuk semakin mendorong kesuksesan UMKM di platform digital, Puput Hidayat selaku Head of Product Tokopedia fokus membantu kemajuan pegiat usaha melalui teknologi.

Ketertarikan Puput terhadap dunia teknologi muncul sejak kuliah. Ia mulai meniti karir di bidang digital. Menurutnya, teknologi punya peran bear untuk membantu masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia. Tentu harus dibarengi dengan kesiapan pelaku UMKM untuk mengadopsi teknologi.

Puput bergabung dengan Tokopedia pada Juni 2019 untuk mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia. Kini, Puput memimpin 15 Nakam di tim Product Tokopedia. Bersama timnya, Puput menghadirkan berbagai inovasi agar pegiat di Indonesia dapat menjalankan bisnis dengan mudah. Seperti inovasi pada toko penjual.

Pelaku UMKM bisa melakukan personalisasi tampilan toko agar lebih menarik. Penjual juga dapat menampilkan kampanye, produk unggulan, serta promo yang sedang berlangsung di tokonya. Sementara dari sisi produk, penjual bisa menambahkan atau menyunting produk yang diunggah pada toko dengan lebih mudah.

Inovasi terkait kampanye juga banyak dilakukan di masa pandemi demi membantu para penjual menigkatkan produktivitasnya. Puput pun menghadirkan beberapa produk seperti Kejar Diskon, Flash Sale, serta peluncuran produk khusus.

 

 

Inovasi yang dibuat Puput

Puput Hidayat
Mengenal Puput Hidayat, sosok perempuan yang mendorong UMKM beradaptasi di masa pandemi (Foto: Tokopedia)

“Kampanye ini merupakan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk Tim Product Tokopedia. Kami berinovasi dalam hal membantu penjual bertransisi dari offline ke online dengan lebih mudah dan memastikan platform Tokopedia bisa menerima sebanyak-banyaknya penjual baru. Selain itu, kami juga memberikan kemudahan bagi para penjual untuk mengunggah produk dalam waktu singkat,” jelas Puput.

Puput juga turut menghubungkan para pegiat usaha lokal dari berbagai sektor. Baik yang sudah maupun baru mulai menciptakan peluang bisnis lewat gerakan Bangga Buatan Indonesia dan #SatuDalamKopi.

Apa yang Pipit lakukan membuahkan hasil. Per Agustus 2020, terdapat lebih dari 9 juta penjual dengan 94 persen berskala ultra mikro. Menurut Puput, kebutuhan penggunan menjadi acuan menciptakan inovasi. Di sisi lain, Puput membagikan beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh Tim Product Tokopedia, seperti pemahaman UI dan UX, pemahaman sistem dan pengembangan aplikasi serte kecepatan dalam mengadopsi teknologi.

Selain teknis, Puput menyakini bahwa kemampuan berkomunikasi untuk mengatasi setiap permasalahan, berpikir kritis, serta mengedepankan rasa empati agar setiap produk yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan para penjual.

Puput berharap apa yang dilakukan bersama tim dapat membantu menjawab tantangan yang dihadapi para pegiat UMKM di Indonesai saat ini.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓