Belum Menikah di Usia 39 Tahun, Ada Hal Penting yang Kupahami dalam Hidup

Endah Wijayanti17 Okt 2020, 12:45 WIB
Diperbarui 17 Okt 2020, 12:45 WIB
perempuan traveling

Fimela.com, Jakarta Bagi sebagian perempuan, masih lajang atau belum menikah di usia 30an menjadi semacam "mimpi buruk". Rasanya hidup jadi semakin muram dan kelam karena masih sendirian di usia yang dibilang matang ini. Hanya saja perkara jodoh dan menikah seringkali memiliki lika-likunya sendiri.

Simran Panaech, dia menceritakan pengalamannya yang belum menikah di usia 39 tahun. Melalui laman herworld.com, dia membagikan pengalaman hidupnya dan hal-hal yang dirasakannya yang masih lajang di usia jelang 40 tahun. "Baru-baru saja, aku menemukan sebuah kutipan anonim yang sangat mengena padaku. Kutipannya, 'Selama kamu belum punya anak, usia 30an-mu seperti usia 20an tapi dengan uang.' Itu membuatku tertawa karena itu adalah rangkuman dari situasiku saat ini. Usiaku 39 tahun, lajang, bahagia, dan sejujurnya sangat menikmati hidupku," paparnya.

 

Hidup Hanya Sekali

bersahabat dengan introver
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/inlitestudio

Saat berusia 37 tahun, Simran merasa hidupnya berjalan di tempat, hanya seputaran bekerja, pergi ke tempat gum, pergi ke rumah teman, ke rumah orangtua, dan begitu terus berulang. Dia mengaku sudah menjalani siklus yang sama selama 11 tahun. "Aku juga tak bertemu siapa pun yang potensial untuk dijadikan pasangan di Singapura, apalagi seseorang yang layak untuk diajak menjalin hubungan jarak jauh saat aku bertemu seseorang ketika berlibur," ungkapnya.

Meski dia menyukai pekerjaan, teman-teman, dan hidupnya secara keseluruhan, tapi dia merasa tak ingin terus menjalani hal yang sama. Dia ingin melakukan sesuatu yang lebih menantang dan penuh petualangan. Karena hidup hanya sekali, maka ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang benar-benar disukainya.

Ada dua hal yang membuatnya bahagia, yaitu bepergian sendiri (solo traveling) dan musik. Butuh waktu dua tahun baginya untuk meyakinkan dirinya dan orangtuanya bahwa ia perlu melakukan hal yang membautnya bahagia. Dia pun memutuskan untuk bepergian dan menikmati musik di kota yang berbeda-beda.

Selama satu tahun, Simran menikamti hidupnya dengan bepergian ke berbagai tempat dan menjelajahi banyak tempat baru. Tak ada tekanan dari orang lain karena dia membuat sendiri dan mengikuti sendiri rencana liburannya. Saat bertemu orang-orang baru dalam perjalanan, ia pun bisa menikmati waktu yang ada bersama. Meski memang melelahkan karena harus mengurus segala sesuatunya seorang diri, tapi ia bisa melakukan hal yang ia sukai dalam hidupnya.

Pada Dasarnya Kita Selalu Sendirian

introver
Ilustrasi/copyrightshutterstock/inLite studio

Sebagian besar waktu yang kita habiskan adalah dengan melakukan banyak hal sendirin. Sendirian tenggelam dalam pikiran, menikmati waktu makan sendirian, menikmati waktu melihat pemandangan sendirian, bahkan saat bergabung dalam kelompok untuk mendaki gunung, ketika menikmati pemandangan pun sendirian.

"Beruntung bagiku aku suka sendirian. Aku tahu sendirian terasa menakutkan bagi banyak orang. Mereka menyerupakannya dengan kesepian. Keduanya tidak sama atau memiliki arti yang sama. Kadang cobalah dengan langkah-langkah kecil, pergi ke bioskop sendirian atau makan sendirian. Karena sederhananya, jika kita tak suka dengan menemani diri sendiri, orang lain mana mau menemani kita?" kata Simran.

Tapi hal penting yang perlu ditekankan adalah kita perlu belajar mencintai diri sendiri. Lebih menyayangi diri sendiri, membuat batasan pada orang-orang yang menghabiskan waktu dan memanfaatkan kebaikan kita, lebih menghargai diri sendiri, dan tidak terlalu dipusingkan oleh tindakan dan pilihan orang lain.

Jika kita tak bisa merasa nyaman dengan kesendirian kita, kita akan mudah merasa gelisah dan tidak tenang. Ini hidup kita, kita hanya hidup sekali, maka ada baiknya untuk melakukan hal yang kita suka. Soal jodoh atau menikah, segalanya punya fasenya masing-masing. Daripada tenggelam dalam kesedihan atau merasa tertekan dengan tuntutan-tuntutan, mending manfaatkan waktu yang ada untuk melakukan hal-hal yang disukai.

"Dan soal melajang? Aku sudah sangat senang menjalin hubungan dengan diri sendiri daripada merasa harus bersama seseorang. Aku yakin saat aku benar-benar memahami nilaiku dan mendahulukan diriku lebih dulu, maka mungkin pria yang tepat akan datang dengan sendirinya. Dan bagaimana jika itu tak terjadi? Itu juga tidak masalah," pungkas Simran.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓