Fimela Fest 2020: 3 Jenis Toxic Relationship yang Jarang Orang Sadari

Karla Farhana23 Okt 2020, 18:12 WIB
Diperbarui 23 Okt 2020, 18:12 WIB
Toxic Relationship

Fimela.com, Jakarta Disfungsi dalam sebuah hubungan dapat menyebabkan banyak gejolak. Terutama dalam hubungan asmara. Berbagai masalah akan muncul, terutama gejolak emosional. 

Sayangnya, ketika kamu berada di dalam toxic relationshipkadang tanda-tanda disfungsi ini tidak terlihat. Sampai akhirnya semua sudah terlambat dan berakhir dengan banyak air mati dan penyesalan. 

Toxic relationship tidak melulu soal kekerasan fisik. Tetapi juga kekerasan finansial dan emosional. Berikut beberapa bentuk toxix relationship yang harus Sahabat Fimela ketahui. 

1. Codependent

[Fimela] Toxic Relationship
Toxic Relationship | pexels.com/@polina-zimmerman

Istilah codependent relationship, tulis eharmony.co.uk, merupakan sebuah istilah merujuk pada sebuah hubungan dimana salah satu pihak terlalu bergantung pada pihak lainnya. Bukan hanya bergantung secar ekonomi, tetapi juga termasuk obsesi pada seseorang. Salahsatu tandanya adalah suasana hati pasangan bergantung padamu. Kamu yang bisa mengontrol mood si dida dan dia tidak memiliki kehidupan lain di luar hubungan asmara denganmu. 

2. Kekerasan

Hubungan yang diwarnai dengan kekerasan, baik itu kekerasan verbal, fisik, emosional, atau juga finansial, termasuk ke dalam toxic relatinship. Perhatikan bagaimana pasanganmu saat marah. Apakah dia akan membanting barang, memaki, atau cenderung menyakiti diri sendiri. 

3. Parental Mirroring

Ini merupakan salah satu masalah yang paling sering ada di dalam toxic relationship. Ini terjadi ketika salah satu atau kedua belah pihak memiliki masalah yang masih belum selesai dengan orangtua mereka. Perhatikan apakah pasanganmu memiliki karakter buruk yang sama dengan orangtuamu.

Untuk tahu lebih lanjut topik seputar ini, daftarkan dirimu di sini dan dapatkan info terupdate FIMELA FEST 2020. Jangan sampai terlewat ya.

#ChangeMaker

Simak Video Berikut

Lanjutkan Membaca ↓