Menjadi Pendidik selama Pembelajaran Daring, Tetap Semangat Menebar Ilmu tanpa Batas

Endah Wijayanti24 Okt 2020, 09:35 WIB
Diperbarui 24 Okt 2020, 09:35 WIB
guru mengajar daring

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Fatma Wati

Malam-malam spontan menulis karena ada ruang yang disediakan. Senang karena kesempatan ini hadir. Menulis di media maya untuk pertama kalinya. Perkenalkan aku adalah seorang pengajar pada salah satu sekolah di Banjarmasin. Tinggal sendirian, kadang ditemani ponakan yang lagi sibuk dengan tugas skripsinya. Dan aku yang juga sibuk dengan jadwal mengajar. Otomatis aku adalah bos untuk diriku sendiri.

Menyebar ilmu secara daring melalui media online bukanlah perkara sulit namun juga tidak mudah. Kendala anak didik ada yang tidak memiliki handphone, tidak punya kuota, sampai yang malas mengerjakan tugas adalah sebagian dari masalah yang dihadapi. Pembelajaran online juga tidak mengenal waktu dan tempat.

Kadang di perjalanan, di tengah malam mereka masih saja ada yang menanyakan mengenai tugas belajarnya atau mengirim hasil belajarnya. Tetap dilayani dengan sepenuh hati diberi pemahaman dan apresiasi. Semangat mereka yang mau bersusah payah melaksanakan tugas belajar mereka memicu diri ini untuk memberikan yang terbaik. Walau kadang kesal dengan segelintir anak didik yang malas-malasan dan abai akan tugas belajar mereka.

 

 

Mengajar secara Daring

bekerja di rumah
Ilustrasii./Copyright shutterstock.com/g/weedezign

Sejenak terhenyak menyadari pembelajaran online begitu luas jangkauannya melewati ruang dan waktu. Mengikis dinding pembatas yang biasanya terjadwal tersekat oleh jam pembelajaran yang sudah ditentukan. Kini semua seakan runtuh, pembelajaran bisa dilaksanakan kapan saja dan di mana saja selama ada media perantara antara peserta didik dan pengajar. 

Aku adalah bos untuk diriku sendiri dan aku juga adalah bos untuk mereka anak-anak didikku. Bos dalam arti pemimpin yang bisa memberi mendampingi mereka meraih cita-citanya kelak. Membimbing mereka kearah tujuan yang lebih bermakna. Bersama mereka membangun peradaban bangsa yang menjunjung nilai-nilai kemanusian. Yang kelak merekalah saksi sejarah untuk saat ini dan merekalah yang akan jadi penentu sejarah berikutnya.

Aku  bos di rumah dengan segala tugas "kenegaraannya". Menyiapkan generasi penerus bangsa melaui pembelajaran dari rumah. Siapa pun kita, kita adalah bagian dari makhluk di bumi ini dengan segala perannya. 

 

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓