Ikhlaskan yang Tak Bisa Jadi Milikmu, Menerima Kenyataan akan Meringankan Hatimu

Endah Wijayanti27 Okt 2020, 07:15 WIB
Diperbarui 27 Okt 2020, 07:37 WIB
membuka hati lagi

Fimela.com, Jakarta Semakin dewasa kita semakin menyadari bahwa tidak semua hal bisa kita dapat dengan mudah. Ada banyak rencana yang tidak berjalan sesuai keinginan. Ada banyak realita dan kenyataan yang jauh dari harapan yang ada.

Ada banyak hal yang ternyata tak bisa jadi milik kita. Mungkin ada seseorang yang sangat kita cintai ternyata adalah jodoh orang lain. Pekerjaan yang sudah kita incar sejak lama ternyata bukan rezeki kita. Impian yang sempat hampir terwujud nyata ternyata tiba-tiba lepas dari genggaman. Ada hal-hal yang tak bisa jadi milik kita, begitu banyak skenario hidup yang tak pernah kita duga akan kita alami.

Kehidupan Kita Memiliki Skenario Tersendiri

“You couldn't relive your life, skipping the awful parts, without losing what made it worthwhile. You had to accept it as a whole--like the world, or the person you loved.”― Stewart O'Nan, The Odds: A Love Story

Kita tak pernah bisa memilih untuk dilahirkan sebagai apa dan seperti apa. Kita tak pernah tahu masa depan seperti apa yang akan kita genggam. Ada skenario kehidupan yang memiliki misterinya dalam diri kita. Merasakan kesedihan dan air mata jelas tidak menyenangkan, tetapi itu adalah bagian dari hidup kita. Ada hal-hal yang tak menyenangkan yang harus kita terima. Kadang ada pil pahit kehidupan yang harus kita telan saat apa yang kita inginkan ternyata tak bisa kita dapatkan. Pada akhirnya kita "dipaksa" untuk ikhlas. Kita mau tak mau perlu belajar ikhlas untuk meringankan hati kita.

Mengikhlaskan yang Bukan Milikmu Membuatmu Bisa Kembali Tersenyum

upaya untuk move on
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/artfotodima

“Life is a series of natural and spontaneous changes. Don't resist them; that only creates sorrow. Let reality be reality. Let things flow naturally forward in whatever way they like.”― Lao Tzu

Saat seseorang ternyata pergi dan bukan jodohmu, ikhlaskan. Ketika yang kamu perjuangkan ternyata malah mengabaikan dan menyia-nyiakanmu, lepaskan. Jika yang sedang kamu upayakan tak kunjung memberi titik terang dan harapan yang lebih baik, terima dengan hati yang lapang. Saat ternyata keadaan tak memihakmu dan membuat kembali terjatuh lagi dan lagi, kuatkan kembali langkahmu.

Mengikhlaskan sesuatu atau seseorang yang bukan milik kita bisa membantu meringankan hati kita. Kita perlu melepas yang membebani diri agar bisa memiliki hati yang lebih lapang. Kembali sadari bahwa tak semua hal di dunia ini ada dalam kendali atau kontrol diri kita. Ada hal-hal yang terjadi di luar kuasa kita, dan saat kita menerima hal tersebut maka kita perlu ikhlas menerimanya.

Semoga ada hari-hari yang lebih baik  yang menyambutmu di depan. Bersedih dan berduka secukupnya, setelah itu kembali bangkit dan perlahan jalani hidupmu dengan harapan baru.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by