Terlalu Mudah Jatuh Cinta Bisa Membuatmu Terjebak dalam Perasaan Sesaat

Endah Wijayanti28 Okt 2020, 15:15 WIB
Diperbarui 28 Okt 2020, 15:15 WIB
jatuh cinta buru-buru

Fimela.com, Jakarta Kalau dipikir-pikir sebagian besar di antara kita menginginkan bisa mendapatkan cinta sejati dengan cepat. Kita ingin dipertemukan dengan jodoh dengan cara mudah dan singkat. Tentu saja kita akan selalu mengupayakan untuk menemukan cinta sejati, tetapi bukan berarti kita menjadi terlalu gegabah dalam jatuh cinta.

Jangan sampai kita terlalu mudah jatuh cinta. Oke, mungkin ada seseorang yang menarik perhatianmu dan membuatmu kagum. Namun, bukan berarti kamu langsung memberikan semua hatimu dan duniamu untuknya. Tak perlu buru-buru. Terlalu gegabah dan buru-buru jatuh cinta bisa membuatmu terjebak dalam perasaan sesaat.

Berhati-hatilah dalam Memberikan Hatimu

“It is better to lock up your heart with a merciless padlock, than to fall in love with someone who doesn't know what they mean to you.”― Michael Bassey Johnson, The Infinity Sign

Memang ada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Ada yang benar-benar merasakannya dan mendapatkan jodohnya dari pertemuan pertama. Hanya saja kita tetap perlu berhati-hati dengan hati kita. Jangan sampai sembarangan memberikan hati kita pada sembarang orang. Apalagi jika masih diselimuti rasa ragu, maka penting untuk memberikan waktu untuk hatimu lebih dulu.

Jatuh Cinta Itu Mudah, tapi Mempertahankannya Butuh Upaya

pasangan cinta zodiak
ilustrasi./Photo by Kate Nuzhnaya on Unsplash

“Falling in love is easy. Falling in love with the same person repeatedly is extraordinary.”― Crystal Woods, Write like no one is reading

Jatuh cinta pada seseorang itu mudah. Namun, mempertahankan dan menjaga cinta itu dalam waktu lama butuh upaya. Terlalu buru-buru jatuh cinta dan memberikan hati pada seseorang, kita sangat rentan terjebak dalam perasaan sesaat. 

Isi Hati Sendiri Kadang Tak Bisa Ditebak

“All I’m saying is that I don’t want to sort of fall in love with fifty different people. I’d rather find one person and fall completely, deeply in over my head.”― Anna White, The Light and Fallen

Misalnya, karena tuntutan dan tekanan orang lain yang memintamu untuk cepat-cepat menikah, kamu langsung saja menerima seseorang yang baru kamu kenal. Kamu dengan mudahnya memberikan hatimu pada seseorang karena tak tahan dengan tekanan dan tuntutan dari orang lain. Dalam hal ini, kamu perlu lebih memahami hatimu dan keinginanmu. Kadang isi hati sendiri sulit ditebak saat ada banyak pengaruh dari luar yang mengganggu benak dan pikiranmu.

Cinta Selalu Memiliki Konsekuensi

“Falling in love is a bit like stepping on the glimmers of light spinning inside a kaleidoscope. Nothing is in focus, orientation is needless. It's about being in the light, being on the move, and being beautiful all at once.”― Barbara Lynn-Vannoy

Saat jatuh cinta pada seseorang, kamu perlu terbuka menerima sosoknya dengan dunianya. Saat memberikan hatimu pada seseorang, kamu perlu siap menghadapi berbagai persoalan baru yang harus diatasi bersama. Cinta selalu memiliki konsekuensinya sendiri. Pastikan hatimu benar-benar siap dengan semua konsekuensi yang ada. Jangan sampai terlalu gegabah jatuh cinta membuatmu malah jatuh dalam kesalahan yang tak pernah kamu duga.

Semoga kamu bisa menemukan cinta sejatimu. Tak apa jika kamu tak menemukan cintamu secepata orang-orang di sekitarmu. Kamu memiliki hidupmu sendiri dan kamu memiliki perjalanan cintamu sendiri.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓