Tak Ada Perempuan yang Menolak Dicintai, yang Ada Hanya Hati yang Takut Terluka Lagi

Endah Wijayanti20 Nov 2020, 07:45 WIB
Diperbarui 20 Nov 2020, 07:45 WIB
menerima cinta

Fimela.com, Jakarta Di antara kita ada yang pernah atau mungkin sedang mengalami hal ini. Kita mengalami fase yang membuat kita masih sulit untuk membuka hati yang baru. Ada yang datang dan mendekat menawarkan cinta, tapi kita belum bisa menerimanya. Bukan karena kita menolaknya, hanya saja kita masih butuh waktu lagi untuk berdamai dengan perasaan takut terluka lagi.

Tak ada perempuan yang tak ingin dicintai. Kita semua pasti ingin bisa mendapatkan cinta dan diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Hanya saja ketika kita baru mengalami sesuatu yang menyakitkan atau masih terluka, kita belum sanggup untuk menerima cinta itu. Rasa takut terluka lagi membuat kita masih belum cukup yakin untuk bisa menerima cinta yang baru.

Bersikap Jujur Jauh Lebih Baik daripada Memaksakan Diri

“To be loved and to love, takes courage. To be fully seen is incredibly rare and breathtaking. We lower our masks and see a celestial inner being. It is our full self -- the supernova as well as the black holes. Our fears and doubts. Our anger and joy... This is love.”― Carolyn Riker

Daripada memaksakan diri menerima cinta di saat hati kita masih butuh waktu untuk pulih, ada baiknya untuk bersikap jujur. Meski mungkin tak berkata jujur pada orang lain, setidaknya perlu jujur terhadap diri sendiri. Jujur pada diri sendiri bahwa sedang butuh waktu dan proses yang sedikit lebih lama untuk bisa membuka lembaran baru. Bagaimana pun proses tiap orang untuk membuka hati yang baru berbeda satu sama lain.

Menyembuhkan dan Memulihkan Hati yang Terluka Memang Butuh Proses

tips untuk move on
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/prostock_studio

Ada yang bilang waktu akan menyembuhkan hati yang terluka. Sedikit banyak hal itu memang benar adanya. Saat kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan diri tapi ternyata luka yang kita rasakan masih perih, kadang kita perlu membiarkannya mengering sendiri. Namun, bukan berarti kita bersikap pesimis begitu saja. Kita selalu punya harapan untuk mendapatkan cinta yang lebih baik.

Harapan untuk Cinta yang Lebih Baik akan Selalu Ada

“To be fully seen by somebody, then, and be loved anyhow - this is a human offering that can border on miraculous.”― Elizabeth Gilbert

Kisah cinta dan perjalanan cinta setiap perempuan berbeda satu sama lain. Bagi kamu yang sudah jenuh kehilangan, takut terluka lagi, atau masih merasa butuh waktu untuk kembali membuka hati, tak apa-apa untuk tidak terlalu terburu-buru membuka hati yang baru. Kita pastinya ingin dicintai, tapi bila saat ini kita masih ingin memulihkan diri dan kembali mencintai diri sendiri terlebih dahulu, tak apa.

Tetap yakin cinta yang lebih baik itu selalu ada. Masih ada harapan untukmu bisa kembali dicintai oleh seseorang yang tepat untukmu tanpa takut terluka lagi. Harapan itu selalu ada. Cinta yang lebih baik masih menantimu. Semoga hatimu segera pulih dan rasa takutmu tidak lagi menjadi monster dalam hidupmu.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓