Meski Sering Menyembunyikan Perasaan, Aku dan Ibu Tetap Saling Beriringan

Endah Wijayanti05 Des 2020, 12:35 WIB
Diperbarui 05 Des 2020, 12:35 WIB
cinta ibu dan kurang dekat

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Arfielda Putri Herdiansyah

Ibuku adalah single parent. Wanita kuat dan mandiri. Ibuku kehilangan adikku. Aku kehilangan ayah dan adikku. Ibu tidak pernah bercerita padaku bagaimana perasaannya atau apakah dia merindukan adikku atau membagi sedikit rasa sedihnya padaku. Sedangkan aku juga selalu menyembunyikan perasaanku. Bahwa aku sangat merindukan keluargaku. Bahwa aku sangat terpuruk karena itu. Ibu dan aku sama sama tidak menunjukkan perasaan itu. Entah apakah kami baik-baik saja atau kami sama-sama tersakiti. Begitu pun dengan ucapan kasih sayang atau cinta. Kami juga tidak saling mengungkapkan.

Aku merasa sangat menyesali di saat aku kecil aku tidak bisa menghentikan semuanya. Terkadang berpikir apa yang bisa kulakukan dulu agar keluargaku tetap bersama seperti keluarga yang lain. Atau selalu berharap bagaimana kehidupanku jika aku mempunyai keluarga yang utuh. Namun, ini mejadi takdir bagiku.

Hidupku dan apa yang kumiliki sekarang. Hal itu membuatku selalu berkeinginan agar aku bisa membayar rasa sakit dan kesedihan ibu dengan menjadi kebanggan dan kebahagian untuknya. Meski itu sulit untukku menghadapinya aku hanya ingin percaya cintaku pada ibu dan rasa hormatku padanya akan membawaku mewujudkan impian itu. 

Maaf atas Kata-Kata yang Tak Tersampaikan

cinta ibu dan jiwaku
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/GBALLGIGGS

Terkadang aku merasa ibuku tidak pernah mengerti perasaanku. Karena dia tidak pernah bertanya padaku. Saat aku sedih atau menangis aku lebih suka menyembunyikan itu dan terlihat baik-baik saja di depan ibuku. Aku tidak ingin menyusahkan ibuku. Karena itu aku tumbuh dengan baik dan mandiri. Aku menanggung semuanya sendiri. Masalahku atau kesulitanku aku akan menyelesaikannya sendiri setelah itu beberapa bulan kemudian  aku baru menceritakannya.

Ibu aku berharap di dunia ini engkah mendapatkan kebahagianmu. Aku mungkin masih dalam perjalanan untuk membuatmu selalu tersenyum dan berhenti mengkhawatirkan apapu. Aku tahu kita sama-sama tersakiti karna dunia penuh dengan ketidakadilan pada kita. Namun aku bersyukur bahwa aku bisa memilikimu di dunia ini meski kehilangan banyak hal yang kuinginkan.

Aku akan mendapatkannya lagi  untukmu bersamamu kita akan hidup lebih baik lagi. Aku akan bekerja keras dan membawa adik bersama kita lagi. Aku akan memastikan di sisa kehidupan kita hanya kebahagiaan yang tersisa. Karena dengan ini aku belajar untuk memahami kehidupan menghargai kehidupan.

Kata yang tak pernah kusampaikan, ketakutan yang selalu kurasakan setiap malam, kesedihan yang tidak bisa kubagi dan cerita pahit yang kurahasiakan pada dunia. Aku berharap meski tidak mengatakannya aku harap ibu tahu bahwa aku selalu di sini bersamanya apa pun itu aku selalu berterimakasih dan maaf apabila sikapku terkadang menyebalkan. Aku mencintai ibu.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓