Hidup Ini Keras, maka Kuatkan Hati dan Jadilah Perempuan Tegar

Endah Wijayanti10 Des 2020, 09:20 WIB
Diperbarui 10 Des 2020, 09:20 WIB
berbagi masalah

Fimela.com, Jakarta Seorang ibu menjadi sosok yang paling istimewa di hati kita. Saat menceritakan sosoknya atau pengalaman yang kita miliki bersamanya, selalu ada hal-hal yang tak akan bisa terlupakan di benak kita. Cerita tentang cinta, rindu, pelajaran hidup, kebahagiaan, hingga kesedihan pernah kita alami bersama ibu. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories November 2020: Surat untuk Ibu berikut ini.

***

Oleh: Delima Octa

Pernahkah terpikir dibenak kalian ada bidadari nyata? Yang selalu ada memberikan warna dan bahagia di hidup kita? Bidadari nyata yang aku maksud itu adalah ibu. Bagiku ibu merupakan sosok bidadari nyata yang mengajariku mandiri dari sedari kecil ibu yang selalu memberikan kasih dan sayangnya yang tulus.

Ibu yang tidak pernah kenal lelah dalam mendidik,menjaga dan melindungiku  setiap waktu. Keinginannya yang selalu ingin membahagiakan anaknya dan apa yang diminta anaknya bisa dikabulkannya walaupun ta senasib ibu dulu waktu kecil,kerja keras dan berjuang agar bisa menggapai cita.

Aku belajar banyak dari kehidupan ibu  waktu kecil yang selalu mandiri serta tidak menggantungkan orang lain, dan kerja keras demi meraih cita-cita adalah teladan untukku kelak jika menjadi seorang ibu memberikan cerita yang baik untuk anak-anaknya. Menjadi pribadi yang mandiri memberikanku banyak pelajaran,karena aku juga tidak selamanya bergantung pada ibu dan orang lain. Kesabaran ibu padaku bagai langit luas tak terbatas dan biru menenangkan, itu memang benar adanya. 

 

Ibuku yang Tangguh

cinta ibu dan anak sulung
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Dragon+Images

Mengajarkan arti warna warni kehidupan yang tidak semudah dibayangkan, bahwa hidup itu perlu perjuangan dan kerja keras jika ingin keinginan tercapai. Seperti halnya nasihat yang pernah ibu bilang padaku, "Jika kamu ingin makan enak, kamu harus kerja terlebih dulu, baru mendapatkan uang. Kalau kita cuma diam saja, apa bisa tiba-tiba dapat uang? Tidak, kan?" Maka dari itu ibuku mengajariku untuk melakukan suatu pekerjaan hingga selesai, barulah ibu memberikan sesuatu entah itu berupa uang atau hadiah yang kuinginkan bahwa perempuan itu juga harus bisa mandiri dan punya penghasilan sendiri.

Selain itu pasti tidak banyak ibu tega, jika anaknya pulang saat matahari mulai terbenam. Namun, ibu mengajariku menjadi sosok perempuan yang pemberani serta mandiri hingga sekarang. Malam petang kulewati di setiap jalan dengan iringan doa yang mengalir dari ibu dan aku bisa pulang ke rumah dengan selamat, semua itu berkat doa ibu disetiap sujudnya.

Barangkali  ibu ingin  kebiasaannya  juga menurun kepadaku menjadi wonderwoman yang tidak gampang lemah di kehidupan yang keras ini. Banyak lika-liku kehidupan  yang harus dihadapi di depan.

Terima kasih untuk semua perjuangan, pengorbanan, cinta, dan kasih sayang bagai air terjun mengalir deras tanpa batas yang engkau limpahkan kepadaku. Thank you for being such a great teacher, a positive influencer, an amazing role model, and a lovely friend. You are the best mother. Happy Mother’s Day!

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓