5 Pengalaman Mengatur Keuangan agar Tidak Mudah Stres

Endah Wijayanti17 Jan 2021, 14:15 WIB
Diperbarui 17 Jan 2021, 14:15 WIB
mengatur uang saat dewasa

Fimela.com, Jakarta Baik lajang maupun menikah, baik yang menjadi ibu pekerja atau ibu rumah tangga, kemampuan mengatur keuangan sangatlah penting untuk dimiliki kita semua. Mengatur keuangan kadang tidak mudah, bahkan bisa bikin stres. Jika yang terjadi malah bikin stres, mungkin kita belum menemukan strategi yang tepat.

Berikut ini kisah pilihan dari Sahabat Fimela dalam mengatur keuangan. Ada yang berbagi tips dan strategi yang bisa kita adopsi untuk mengatur keuangan kita sendiri. Langsung saja ikuti kisahnya di bawah ini, ya.

1. Mengatur Pos-Pos Anggaran

"Bagiku awal bulan adalah saat untuk membagi sejumlah uang yang kupunya untuk pos-pos yang menjadi tanggungan dan menyisihkan sejumlah anggaran. Anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk pos cadangan, tabungan atau asuransi pendidikan, dan anggaran lainnya sesuai yang dibutuhkan.

Pada pos anggaran ini dapat pula ditambahkan untuk hal yang sifatnya hobi dan hiburan, misalnya menyisihkan sejumlah dana untuk kebutuhan liburan atau sekadar sejumlah rupiah untuk membeli buku kesenangan."

Selengkapnya: Bermula dari Sistem Amplop dan Tabanas, Kini Bisa Kuatur Uang tanpa Stres

2. Empat Strategi Mengatur Pendapatan

atur uang sebagai ibu rumah tangga
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/korrawin

"Setiap orang berbondong-bondong untuk menggapainya, bekerja keras deminya. Tapi sampai pada titik tertentu tetap saja, uang yang didapatkan tak pernah cukup dengan kebutuhan.

Manusia memang makhluk yang konsumtif, bukan hanya uang apa pun itu manusia selalu ingin mendapatkan yang lebih dan lebih. Karena itu bagaimana untuk membuat kita puas dengan pendapatan yang kita miliki, bagaimana semua kebutuhan kita terpenuhi."

Selengkapnya: 4 Kiat Mengatur Pendapatan agar Tak Berutang Sana Sini

3. Menggunakan Aplikasi Pencatatan Keuangan

pasangan atur uang
Ilustrasi mengatur uang rumah tangga./Copyright shutterstock.com/g/Creativa

"Persentase pengeluaran kami secara garis besar ialah 40% untuk kebutuhan sehari-hari, seperti belanja kebutuhan untuk makan, biaya bensin kendaraan, biaya listrik, air, dan sebagainya. Lalu 20% untuk hiburan, seperti jalan-jalan, beli produk make up atau beli kopi, dan 30% untuk tabungan dan investasi.

Kami mengunduh aplikasi pencatatan keuangan di ponsel untuk mencatat setiap pengeluaran hari lepas hari. Bahkan uang parkir Rp5 ribu pun kami catat di aplikasi tersebut. Jadi kami tahu berapa uang yang sudah keluar dan berusaha untuk tidak mengeluarkan lebih dari yang sudah dianggarkan."

Selengkapnya: Menghindari Masalah Keuangan dalam Pernikahan, Ini yang Kulakukan

4. Empat Cara Umum Mengatur Uang tanpa Berutang sebagai Ibu Rumah Tangga

perubahan prioritas dan uang
Menyesuaikan prioritas./Copyright shutterstock.com/g/miya227

"Aku banyak menjumpai orang-orang yang hidupnya mengalami kesulitan karena suka tampil melebihi kemampuan ini. Aku tentu saja tidak ingin mengalami hal serupa. Makanya gaya hidup keluargaku biasa saja.

Contoh nyatanya, karena tabungan kami belum cukup untuk membeli mobil, ke mana-mana kami naik angkutan umum atau naik sepeda motor saja. Memang tidak senyaman naik mobil sendiri. Namun setidaknya hidup kami lebih damai karena terhindar dari masalah yang tidak perlu."

Selengkapnya: 4 Cara Simpel Mengatur Uang dengan Tenang sebagai Ibu Rumah Tangga

5. Penghematan dan Menyiapkan Dana Darurat

memasak
Ilustrasi/copyrightshutterstock/ PRPicturesProduction

"Hingga di suatu momen tertentu kami benar-benar kehabisan uang dan makanan. Di situlah saya bertekad untuk berubah. Saya mulai langkah ini dari belajar di YouTube dan sumber literasi lain. Sampai suatu ketika saya menemukan formulator untuk masalah kami."

Selengkapnya: Supaya Tak Lagi Berutang di Akhir Bulan, Kuterapkan Cara Ini

Semoga dari pengalaman dan kisah di atas, kita bisa mendapat inspirasi dalam mengatur keuangan yang lebih bijak lagi, ya. 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓