Kehangatan Cinta Ayah Selalu Menerangi Kehidupan Anak Perempuannya

Endah Wijayanti05 Mar 2021, 08:10 WIB
Diperbarui 05 Mar 2021, 09:55 WIB
seribu cinta dan ayah

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh: Wahyu Yuli Kristanti

Kula nuwun para rencang Fimela (halo para sahabat Fimela). Aku harap di bulan kasih ini bisa melingkupi kasih kita kepada orang terkasih bisa semakin melimpah. Dalam cerita kali ini aku ingin mengangkat superhero dalam keluargaku yang tepat 3 Maret ini genap berusia 78 tahun.

Memang berbeda latar dalam gambar ini ketika beliau masih tempo tahun lalu. Siapa lagi kalau bukan Ayah. Ayah ibarat cakrawala yang bersinar tepat waktu dan tidak tinggal walau nanti senja sudah menelan cakrawala.

Cakrawala selalu menjadi awal semangat pagi ketika ia terbit. Begitu pula Ayah yang menjadi garis terdepan semangat juangku, bahkan tanpa aku mengetuk tetap menjadi terang kala aku di jauh rantau mencari bekal ilmu. Pandemi menjadi titik nol aku menghadapi semua serba baru, tetapi terbayar benar aku merasakan kasih hangat saat aku jauh darinya dengan sekarang aku bersamanya.

Cinta Ayah

seribu cinta dan sosok ayah
Sosok ayah tercinta./Copyright Wahyu Yuli Kristanti

Ada kebahagiaan, alam pun tak lupa memberi rintangan. Begitu beban menumpuk berpuluh-puluh tahun tetapi ini berkat dari Yang Maha Kuasa yaitu merawat keindahan berharap menjadi lestari dengan penuh kasih sayang terhadap kakak yang memiliki gangguan mental. Berharap  melihatku menggapai asa yang terjabah oleh-Nya kelak pula.

Terima kasih telah menyembunyikan kesedihan selama ini yang mungkin aku tak tahu dan mengajarkanku bagaimana kasih sebenarnya. Tawamu dan candamu selalu menjadi semangatku menggapai asa walau mungkin ketika pandemi ini berakhir aku harus kembali belajar dan bahkan mungkin kelak aku bekerja jauh darimu.

Karena dalam iman, aku percaya kasih seorang Ayah kepada anaknya tak pernah surut. Walau kita merasa di titik nol, percayalah ketika senja menelan cakrwala dia akan menulis memoriam yang indah mungkin dari sebait puisi bersama secangkir kopi dalam mengingatnya. Sehat-sehat selalu Ayah, semoga harapmu dalam doa menjadi rancangan Tuhan yang luar biasa.

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓