5 Masjid Indah di Indonesia untuk Wisata Religi saat Ramadan

Anisha Saktian Putri17 Apr 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 17 Apr 2021, 10:00 WIB
ilustrasi masjid indah yang bisa dikunjungi saat Ramadan/Shutterstock/Naufal MQ

Fimela.com, Jakarta Masjid diciptakan memang untuk beribadah, namun keindahan arsitekturny membuat yang melihaynya takjub. Di Indonesia sendiri ada beberapa masjid indah yang bisa menjadi destinasi wisata religi yang sangat pas dikunjungi saat Ramadan. 

Masjid-masjid tersebut dibangun tak lepas dari unsur keagaman yang dipadukan dengan konsep yang unik hingga modern. Berikut ini beberapa masjid indah di Indonesia yang wajib dikunjungi, melansir berbagai sumber.

1. Masjid 99 Kubah, Masjid Asmaul Husna (Makassar)

Bernilai Artistik, Ini 7 Masjid Rancangan Ridwan Kamil yang Memukau
Masjid 99 Kubah Makassar. (Instagram/@masjid99kubahmakassar)

Masjid yang terletak di Center Point of Indonesia, Pantai Losari, Makassar ini didesain oleh Ridwal Kamil. Masjid yang nampak indah dan megah dan unik ini terinspirasi dari jumlah Asmaul Husna. 

2.  Masjid Ramlie Musofa (Jakarta Utara)

Masjid yang terletak di daerah Danau Sunter, Jakarta Utara ini memiliki warna putih dan bangunannya seperti Taj Mahal di India. 

Uniknya, masjid ini dibangun lingkungan perumahan dan azan tidak dikumandangkan dengan suara keras. Sebagai pengganti, masjid ini memiliki beduk yang dipukul untuk mengumumkan waktu salat.

3. Masjid Khalifah (Bengkulu)

Masjid Khalifah /dok. Maya Miranda
Masjid Khalifah /dok. Maya Miranda

Masjid Khalifah dibangun oleh Maya Miranda Ambarsari dikenal sebagai salah satu pengusaha yang sukses mengembangkan sejumlah lini usaha. Tak lupa kampung halamannya di Bengkulu, ia puj membangun masjid megah di Bengkulu, yang berdiri di atas lahan SMP dengan arsitektur modern, yang pembangunannya termasuk sangat cepat yakni hanya dalam kurun waktu 10 bulan. Masjid Khalifah siap menampung 1.000 jamaah.

Warna biru dan putih pun mendominasi masjid megah tersebut. Penamaan Masjid Khalifah sendiri diambil dari nama putra semata wayang Maya Miranda Ambarsari, yaitu Muhammad Khalifah Nasif. Selain itu, nama Masjid Khalifah ini sendiri juga dibuat dengan harapan para siswa-siswi yang nantinya menjadi alumni dapat menjadi pemimpin yang memiliki karakter dan akhlak mulia.

“Nantinya di Masjid Khalifah ini akan diadakan berbagai kegiatan Hafiz Al-Quran dan kegiatan keislaman lainnya sehingga dari sini kita berharap akan muncul para pemimpin hebat,” ujar Maya.

4.  Masjid Al Safar, di kawasan Rest Area Tol Cipularang KM 88

Bernilai Artistik, Ini 7 Masjid Rancangan Ridwan Kamil yang Memukau
Masjid Al Safar. (Instagram/@angga_san7050)

Setelah mendesain masjid di Padalarang, Ridwal Kamil pun mendesain masjid Al Safar di kawasan Rest Area Tol Cipularang. Masjid ini beda dari yang lain karena tidak memiliki kubah seperti ciri khas masjid pada umumnya. 

Bangunan vercat abu-abu ini memiliki tinggi 15 meter dan bentuk yang unik, dengan bentuk yang asimetris memiliki luas 900 meter persegi. Banyak yang menyebut bentuk bangunan ini mirip dengan ikat kepala masyarakat Sunda, namun ada pula yang menyebutnya serupa dengan peci.

5. Masjid Agung An Nur (Pekanbaru)

Masjid Agung An Nur Pekanbaru
Masjid Agung An Nur Pekanbaru ©Shutterstock.

Masjid Agung An Nur merupakan sebuah masjid yang terletak di Pekanbaru, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1963 dan selesai pada tahun 1968. Disebu sebagai Taj Mahalnya provinsi Riau.

Arsitektur Masjid ini dirancang oleh Ir. Roseno yang terletak dalam satu pekarangan yang luasnya 400 X 200 m. Kapasitas masjid dapat menampung sekitar 4.500 orang jamaah. Bangunan masjid terdiri dari tiga tingkat. Tingkat atas digunakan untuk sholat, dan tingkat bawah untuk kantor dan ruang pertemuan.

Masjid ini mempunyai tiga buah tangga, 1 buah tangga di bagian muka dan 2 buah tangga di bagian samping. Di bagian atas terdiri dari 13 buah pintu dan bagian bawah terdiri dari 4 buah pintu dan mempunyai kamar-kamar yang besar dan sebuah aula. Sedangkan tulisan kaligrafi yang terdapat dalam ruangan masjid ini ditulis oleh seorang kaligrafer bernama Azhari Nur dari Jakarta yang ditulis pada tahun 1970.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓