5 Bahayanya Menggantungkan Kebahagiaan pada Perhatian Orang Lain

Endah Wijayanti22 Apr 2021, 11:45 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 11:45 WIB
perempuan dan menggantungkan kebahagiaan

Fimela.com, Jakarta Hidup di era media sosial, tak ada hari tanpa terhubung satu sama lain. Kita masih bisa terhubung dengan teman-teman sekolah, sahabat, keluarga, atau rekan kerja melalui media sosial. Tak ada habisnya melihat unggahan-unggahan terbaru mereka. Kita pun biasanya juga ikut berbagai unggahan, baik foto, video, atau sekadar sekumpulan kutipan atau kata-kata bijak yang dibagikan di media sosial.

Cuma kadang kita malah merasa sedih saat ternyata unggahan kita tak mendapat banyak like atau komentar. Tadinya kita berharap akan mendapat banyak perhatian, tapi ternyata yang kita dapatkan seakan sebuah pengabaian. Yang tadinya berharap bisa bahagia dengan mendapat perhatian orang lain, kita malah meratapi nasib sendiri. Menggantungkan kebahagiaan hanya pada perhatian orang lain memang bukan sesuatu yang bijak.

1. Menguras Emosi dan Tenaga Sendiri

Cuma akan capek sendiri bila kita hanya mengharapkan perhatian orang lain untuk bisa bahagia. Sunguh hanya akan menguras emosi dan tenaga jika kita selalu menunggu adanya perhatian orang lain untuk bisa bahagia. Nggak mau kan malah cuma akan capek sendiri ketika yang sebenarnya kita harapkan adalah bisa merasa lebih bahagia? Kebahagiaan kita itu perlu kita ciptakan sendiri. Menggantungkan diri pada perhatian orang lain bisa-bisa malah membuatmu makin stres.

2. Meningkatkan Stres dan Rasa Tertekan

“Take responsibility of your own happiness, never put it in other people’s hands.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Ada ekspektasi yang seakan perlu kita penuhi ketika menggantungkan kebahagiaan kita pada perhatian orang lain. Begitu ekspektasi itu tak terpenuhi, kita akan merasa seakan menjadi orang yang gagal. Akibatnya kita malah makin tertekan. Situasi dan kondisi yang seperti sungguhlah tidak nyaman. Padahal tak harus menunggu mendapat perhatian orang lain untuk bisa membuat kita bahagia.

3. Menurunkan Rasa Percaya Diri

perempuan cemas
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/vipubadee

“Learn to value yourself, which means: fight for your happiness.”― Ayn Rand

Terlalu bergantung pada apresiasi atau perhatian orang lain bisa membuat kita sulit merasa percaya diri. Bahkan ketika perhatian yang kita dapat tak sesuai dengan harapan, kita malah akan merasa makin rendah diri. Semakin rendah diri, semakin sulit untuk menikmati hidup. Padahal penting untuk bisa berlatih menciptakan kebahagiaan sendiri untuk bisa menghadirkan hidup yang lebih bermakna.

4. Makin Kacau dalam Mengatur Prioritas Hidup

“The happiness of your life depends upon the quality of your thoughts.”― Marcus Aurelius, Meditations

Hanya mengharapkan validasi atau pengakuan dari orang lain bisa membuat kita makin sulit fokus dalam mengatur prioritas hidup kita sendiri. Kita jadi sulit untuk menentukan arah tujuan hidup kita sendiri. Hidup jadi terasa makin hampa karena kita terus mencari hal-hal di luar, tapi lupa menemukan kembali hal-hal yang berharga dari dalam diri. 

5. Makin Rentan Galau dan Sedih karena Hal-Hal Sepele

“Stop comparing yourself to other people, just choose to be happy and live your own life.”― Roy T. Bennett, The Light in the Heart

Tidak mendapat cukup komentar atau cukup banyak like di media sosial, kita langsung sedih. Unggahan story tidak dilihat oleh orang-orang tertentu, kita langsung bete. Foto liburan yang diunggah di media sosial sepi komentar, kita langsung kesal. Saat kita terlalu bergantung pada perhatian orang lain untuk bisa merasa bahagia, kita jadi makin rentah sedih karena hal-hal yang sebenarnya sepele. Jadi, daripada bergantung pada validasi orang lain, ada baiknya untuk bisa berlatih untuk merasa cukup dengan semuanya untuk bisa merasa bahagia.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, apa bahayanya menggantungkan kebahagiaan diri sendiri pada validasi dan perhatian orang lain? Atau mungkin ada Sahabat Fimela yang punya pengalaman pribadi terkait hal ini?

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓