6 Tips Menjadi Perempuan Mandiri secara Finansial saat Sudah Menikah

Anisha Saktian Putri04 Mei 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 15:00 WIB
Menjadi perempuan yang mandiri secara finansial/dok. FWD Insurance

Fimela.com, Jakarta Seorang perempuan yang mandiri secara finansial adalah perempuan yang dapat menghasilkan uang serta mengelola keuangannya sendiri sehingga memiliki kekuatan dalam mengambil keputusan. Bagi perempuan yang sudah menikah, mandiri secara finansial ini berarti menjadikan penghasilannya sebagai ‘sekoci cadangan’ yang bisa jadi bantuan berarti saat keluarga mengalami musibah yang tidak diinginkan dan dapat meringankan beban finansial sang suami.

Mengatur uang dalam pernikahan terkadang tidak semudah teori karena membutuhkan kemampuan negosiasi dan komunikasi tingkat tinggi. Pembagian budget dari penghasilan sering dirasa tidak adil, terutama untuk pasutri kaum pekerja, karena double income bukan double power malah menjadi double trouble.

Oleh karena itu, perlu dipahami bahwa menikah bukan kompetisi penghasilan tapi bagaimana bergantian dan bersama mengambil tanggung jawab agar bisa mencapai tujuan bersama. Tapi, ada beberapa poin yang wajib dipahami untuk menjadi perempuan mandiri secara finansial saat sudah menikah:

1. Memiliki Penghasilan

Ilustrasi memiliki penghasilan
Ilustrasi uang. Sumber foto: unsplash.com/Sabine Peters.

Seorang perempuan mandiri secara finansial harus memiliki penghasilan agar mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, memenuhi kebutuhan mendadak, risiko finansial yang mungkin terjadi, bahkan mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang. Penghasilan istri ini dapat membantu penghasilan suami yang dirasa kurang.

2. Memiliki Tabungan

Menjadi ‘manager keuangan’ di rumah tangga berarti harus pintar mengelola keuangan, salah satunya adalah dengan memiliki tabungan. Tabungan ini dapat berfungsi sebagai dana darurat yang dapat dipakai sewaktu-waktu untuk keperluan mendadak dalam jangka pendek. Sebagai dana siaga, sebaiknya dana ini mudah dicairkan ya!

3. Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Bagi perempuan yang telah memiliki anak, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah memastikan anak dapat mendapatkan pendidikan terbaik. Untuk mencapai hal itu, perempuan dapat merencanakan dana pendidikan anak yang tepat.

4. Memahami Pentingnya Investasi

Perempuan yang mandiri secara finansial juga perlu memahami pentingnya investasi. Dengan investasi, ada potensi di masa depan yang lebih cerah. Hal ini menjadikan posisi keuangan menjadi lebih terukur dan terarah.

5. Memiliki Proteksi Diri atau Asuransi

Memiliki proteksi diri atau asuransi
Ilustrasi memiliki asuransi credit via shutterstock

Dengan memiliki asuransi, pos-pos keuangan yang sudah dikelola tetap berada pada posnya masing-masing dan tidak akan terganggu. Salah satu produk asuransi dasar yang harus dimiliki adalah asuransi kesehatan seperti Asuransi Bebas Handal yang mudah dibeli secara online. 

Asuransi Bebas Handal menawarkan manfaat rawat inap termasuk biaya kamar, biaya dokter, obat-obatan, perawatan setelah rawat inap dan biaya tindakan bedah, dengan pilihan kontribusi mulai dari Rp75 ribu dan pilihan manfaat tahunan hingga Rp100 juta. Juga perlu melengkapi perlindungan untuk menghindari risiko penyakit kritis agar terhindar dari rasa khawatir akan tingginya biaya perawatan yang dapat merusak perencanaan keuangan.

Salah satu produk asuransi yang bisa kami pilih adalah FWD Critical Armor yang dapat dibeli melalui jalur keagenan. Asuransi ini menanggung hingga tiga kali penyakit kritis major dan satu kali penyakit kritis minor dengan total manfaat 420% dari uang pertanggungan.

6. Menyiapkan Dana Pensiun

Seorang perempuan pun tidak mungkin bekerja terus-menerus. Ada saatnya memasuki usia pensiun atau mungkin ingin fokus mengurus anak di rumah. Agar dapat menikmati hal itu, seorang dapat menyiapkan dana pensiun sejak dini.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓