5 Alasan Tak Buru-Buru Jatuh Cinta di Usia 30an Membuatmu Lebih Bahagia

Endah Wijayanti06 Mei 2021, 10:50 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 11:01 WIB
perempuan dan sulit jatuh cinta

Fimela.com, Jakarta Bagi sebagian perempuan, mencapai usia 30 bagai sebuah garis akhir. Seakan semuanya sudah berakhir. Harapan-harapan indah yang pernah dirangkai seakan sudah pudar. Seakan semuanya sudah layu dan kita tak punya harapan untuk menjadi perempuan bahagia.

Umumnya ketika kita mencapai usia 30an, orang-orang di sekitar kita mulai mendesak kita untuk menikah. Kita akan dibanding-bandingkan dengan teman-teman kita yang sebaya yang sudah menikah dan punya anak di usia 30an. Bahkan mungkin kita akan dihakimi kenapa masih saja memilih sendiri di usia yang dianggap sudah matang. Namun, kita berhak membuat pilihan dan keputusan sendiri dalam hidup. Seperti pilihan untuk tidak terlalu terburu-buru jatuh cinta di usia 30an meskipun desakan dan tekanan mulai berdatangan dari berbagai pihak.

1. Bersabar Menghadirkan Ketenangan Batin Tersendiri

“The only time you really live fully is from thirty to sixty. The young are slaves to dreams; the old servants of regrets. Only the middle-aged have all their five senses in the keeping of their wits.” – Hervey Allen

Tiap orang punya zona waktunya sendiri. Masing-masing orang punya jalan hidupnya sendiri. Ada yang menikah di usia 20an, ada yang menikah di usia 30an, dan ada juga yang dengan sengaja memilih untuk sendiri lebih dulu. Segalanya punya waktu yang tepat. Jika kita terlalu terburu-buru jatuh cinta tanpa kesiapan hati dan perasaan yang utuh, bisa-bisa nantinya kita malah menyesal karena melewatkan hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup. Bersabar bisa menghadirkan ketenangan sendiri karena kita yakin segalanya sudah terencana dengan baik berdasarkan skenario-Nya.

2. Tak Buru-Buru Jatuh Cinta Memberi Kesempatan Mengembangkan Diri

perempuan sulung dan ekspektasi
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/PRImageFactory

“Everything I know I learned after I was thirty.” – Georges Clemenceau

Bagi yang sedang membangun karier atau sedang mengutamakan prioritas lain yang lebih penting dalam hidup, semoga bahumu semakin dikuatkan, ya. Kita memilih untuk tidak buru-buru cinta karena dengan begitu kita bisa mengembangkan diri dengan lebih baik. Bukan karena kita tak mau merasakan cinta atau menerima cinta, tapi kita yakin segala sesuatunya sudah ada takarannya sendiri. 

3. Menyadari bahwa Cinta Selalu Tepat Waktu Membuat Kita Tak Mudah Menghakimi

seribu cinta dan perempuan sulung
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/PRImageFactory

“You may encounter many defeats, but you must not be defeated. In fact, it may be necessary to encounter the defeats, so you can know who you are, what you can rise from, how you can still come out of it.” – Maya Angelou

Mungkin selama ini kita sudah berulang kali jatuh bangun dalam mencari cinta. Sampai kemudian pada titik ini kita memutuskan untuk tidak terlalu tergesa-gesa jatuh cinta. Kita menyadari bahwa dengan meyakini bahwa cinta akan selalu datang tepat waktu, kita tak lagi mudah menghakimi kehidupan orang lain atas pilihan status hidupnya atau menyalahkan keadaan. Sehingga kita bisa lebih nyaman dan fokus menjalani hidup kita yang lebih bermakna.

4. Tak Buru-Buru Jatuh Cinta Membantu Kita Lebih Banyak Bersyukur

perempuan sulung
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/atiger

“Most of us spend too much time on what is urgent, and not enough time on what is important.” – Steven Covey

Kalau belum ketemu jodoh yang tepat, tentu saja tak bisa dipaksakan begitu saja menerima hati sembarang pria. Justru dengan lebih tenang dalam menghadapi perkara jodoh, kita akan lebih banyak bersyukur. Kita mensyukuri banyak hal yang sudah kita dapat dan miliki saat ini. Kita bahkan mensyukuri hal-hal kecil yang ada di sekitar kita, dan hal ini membuat kita merasa bahagia. 

5. Lebih Tenang Hadapi Perkara Jodoh, Lebih Tenang Atasi Persoalan Kehidupan

perempuan sulung tulang punggung
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/anontae2522

“At 30 you finally start to catch up to those dreams you’ve been chasing for the last 10 plus years.” – Bonnidette Lantz

Semakin bertambah usia biasanya akan semakin banyak tekanan dan tuntutan yang dihadapi. Kalau kita bisa lebih tenang hadapi persoalan jodoh, maka kita pun bisa lebih tenang hadapi persoalan kehidupan lain seperti soal mengejar impian dan mewujudkan kesuksesan yang diinginkan. Jika orang yang tepat belum didapatkan, tak perlu meratapi keadaan. Bisa jadi justru ini kesempatan untuk mewujudkan target-target yang lebih penting dalam hidup.

Kita bisa menemukan cinta pada usia berapa saja. Bagi yang memang memilih untuk sendiri lebih dulu, semoga ada banyak kepingan kebahagiaan yang bisa didapatkan. Serta, bagi yang punya keinginan untuk menikah, semoga bisa mendapatkan jodoh terbaik pada waktu yang paling tepat, ya. 

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
PLAYLIST VIDEO 22 JUNI 2021