Apa Itu Gula Darah Normal? Simak Penjelasannya di Sini

Annissa Wulan12 Mei 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 10:00 WIB
Ilustrasi gula darah

Fimela.com, Jakarta Kadar gula darah adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan dan kemampuan tubuh untuk berfungsi dengan baik setiap hari. Bagi penderita diabetes, berjuang untuk mencapai kadar gula darah normal adalah tantangan tersendiri yang jelas tidak mudah.

Untuk orang yang tidak menderita diabetes jenis apapun, kadar gula darah umumnya antara 70 hingga 130 mg/dL, tergantung pada waktu dan terakhir kali mereka makan. Berikut ini adalah kisaran gula darah normal untuk orang tanpa diabetes, menurut American Diabetes Association.

1. Gula darah saat puasa (pagi, sebelum makan): di bawah 100 mg/dL.

2. Satu jam setelah makan: 90 hingga 130 mg/dL.

3. Dua jam setelah makan: 90 sampai 110 mg/dL.

4. Lima jam atau lebih setelah makan: 70 sampai 90 mg/dL.

Perlu diperhatikan bahwa diabetes tipe 1 cenderung berkembang sangat cepat, yang berarti pada saat gejala dirasakan, kadar gula darah umumnya jauh di atas 200 mg/dL sepanjang waktu. Bagi banyak orang, gejala muncul begitu cepat, sehingga dianggap sebagai flu yang menetap atau virus lain yang tampaknya biasa, seperti dilansir dari diabetesstrong.com.

 

Kadar gula darah normal

Ilustrasi gula darah
Ilustrasi gula darah. Sumber foto: unsplash.com/National Cancer Institute.

Pada saat kadar gula darah diuji, banyak pasien tipe 1 yang baru didiagnosis akan melihat kadar di atas 400 mg/dL atau lebih tinggi. Jika kamu mencurigai bahwa kamu atau orang yang kamu kenal menderita diabetes tipe 1, segera kunjungi perawatan primer atau perawatan darurat dan mintalah tes urine untuk mengukur keton, selain untuk mengukur kadar gula darah.

Tes darah yang mengukur gula darah rata-rata selama 2 sampai 3 bulan terakhir bisa disebut tes A1c. A1c adalah salah satu indikator paling jelas dari risikomu untuk mengembangkan komplikasi diabetes, seperti neuropati, retinopati, nefropati, dan infeksi parah di bagian manapun dari tubuhmu yang memerlukan penyembuhan.

Misalnya, luka kecil di jari kaki dapat terinfeksi karena gula darah tinggi, sulit sembuh, dan menjadi cukup parah, sehingga infeksi dapat menyebabkan amputasi. Kadar gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang kamu makan dan seberapa banyak kamu berolahraga.

Ada beberapa variabel yang bisa memengaruhi kadar gula darah, seperti siklus menstruasi, pilek atau penyakit lain, perubahan hormonal akibat pubertas, cedera yang meningkatkan peradangan, dan glukogenesis. Ketika kamu menambah atau menurunkan berat badan, insulin dan kebutuhan obatmu juga akan berubah.

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓