Sukses

Lifestyle

Etnis yang Terancam Punah di Dunia selain Suku Rohingya

Fimela.com, Jakarta Suku Rohingya yang kini mengungsi di Kuala Langsa, Aceh bukanlah satu-satunya suku yang terancam punah di dunia. Masih ada beberapa suku lainnya di dunia yang terancam punah dengan berbagai sebab. Berikut Bintang.com ulas buatmu~

Suku Awa

Suku Awa terdapat di Brazil. Januari 2014 tercatat suku ini berjumlah sekitar 450 orang. Mereka tinggal di 800 ribu penduduk asli Brazil. Suku Awa hampir terancam punah karena hutan tempat tinggal mereka menjadi tempat menarik bagi pembalak liar.

Suku Awa | Via: bbc.co.uk

Suku Korowai

Di Papua juga terdapat suku yang hampir punah, yaitu Suku Korowai. Mereka terkenal dengan tradisinya tinggal di rumah pohon yang berisi hingga delapan orang. Suku Korowai percaya bahwa tinggal di pohon dapat menghindari mereka dari serangan penyihir laki-laki tanah. Tercatat bahwa saat ini suku tersebut hanya sekitar 3 ribu orang.

Suku Korowai | Via: beforethey.com

Suku Mursi

Suku yang dikenal dengan bibir yang dipasang anting-anting se-ukuran piring besar ini berasal dari Ethiopia. Anting-anting pada bibir mereka merupakan simbol kedewasaan yang biasanya dipasang pada suku usia 15 atau 16 tahun.

Suku Mursi | Via: photodom.com

Suku Samburu

Suku Samburu berasal dari Kenya Utara. Selama ratusan tahun mereka menjelajah untuk mencari air dan rumput sebagai sumber makanan mereka. Samburu termasuk dalam suku yang terancam punah karena kekeringan. Permerintah setempatpun sepertinya tidak peduli, sebab pemerintah sendiri pernah membakar rumah dan memperkosa gadis-gadis Samburu. Apabila hamil, anak hasil perkosaan tersebut harus dibunuh.

Suku Samburu | Via: urbantribal.weebly.com

Suku San

Terakhir, suku yang terancam punah di dunia adalah Suku San yang berada di Afrika. Mereka memiliki tarian dan bahasa yang khas. Belakangan ini mereka terancam punah karena penggusuran dengan alasan kepentingan pariwisata. :(

Suku San | Via: flickr.com

Itulah suku-suku di dunia yang terancam punah selain Suku Rohingya. >.<

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading