Sukses

Lifestyle

Menengok 25 Potret Mengagumkan Ibadah Haji di Tahun 1953 (Part 1)

Fimela.com, Jakarta Menjalankan Rukun Islam ke-5, yakni pergi haji memang kerap jadi dambaan tiap muslim. Sudah ribuan cerita yang didongengkan tentang betapa mengagumkannya perjalanan ibadah haji yang biasa dilakukan di bulan yang sama dengan perayaan Idul Adha tersebut. Satu orang yang bertandang, satu cerita lain yang terdengar. Sama seperti membaca buku, pergi ke tanah suci pun meninggalkan kesan yang berbeda bagi setiap orang.

Bahkan, seorang Hanum Salsabiela, penulis novel laris, 99 Cahaya di Langit Eropa, mengatakan kalau perjalanan yang ia mulai dari kota Wina, Austria hingga ke Istanbul, Turki ternyata titik nolnya berada di Masjidil Haram. Kembali ke bangunan megah yang di pusatnya terdapat Kakbah dengan harmoni tawaf yang begitu selaras.

Tak hanya suguhan bangunan megah nan artistik, namun atmosfer yang konon katanya hanya bisa dirasakan di tanah suci ini bisa kamu saksikan jauh sebelum abad ke-19 berakhir. Karenanya, potret-potret mengagumkan ibadah haji di tahun 1953 ini yang harus kamu lihat.

1.

Para jamaah haji baru saja turun dari kapal laut. | via: National Geographic Magazine

2.

Ada juga beberapa jamaah haji yang menggunakan pesawat berukuran kecil. | via: National Geographic Magazine

3.

Bus jadi transportasi yang diandalkan oleh para jamaah haji untuk berpindah tempat. | via: National Geographic Magazine

4.

Hanya para jamaah haji yang boleh memasuki satu area tertentu. | via: National Geographic Magazine

5.

Hostel dan tempat menginap lainnya yang jadi akomodasi bagi para jamaah haji di sekitar Masjidil Haram. | via: National Geographic Magazine

6.

Potret kesibukan kota Makkah yang didatangi oleh jamaah haji dari seluruh dunia. | via: National Geographic Magazine

7.

Salah satu pintu masuk yang dilalui jamaah haji untuk menuju Masjidil Haram. | via: National Geographic Magazine

8.

Pintu masuk yang tetap dijejali saat berlangsungnya ibadah haji. | via: National Geographic Magazine

9.

Potret Kabah yang belum ada lantai seperti sekarang. | via: National Geographic Magazine

10.

Melihat Kabah lebih dekat. | via: National Geographic Magazine

11.

Diizinkan masuk ke dalam Kabah. | via: National Geographic Magazine

12.

Tawaf lebih mudah dilakukan daripada sekarang karena jumlah jamaah haji yang belum terlalu banyak. | via: National Geographic Magazine

13.

Kesibukan pasar yang terlihat di dekat Masjidil Haram. | via: National Geographic Magazine

 

Baca Juga: Tragedi Mekah, Jamaah Haji Berterima Kasih untuk #PrayForMakkah

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading