Sukses

Lifestyle

Alasan Majalah Playboy Tak Lagi Pasang Foto Cewek Bugil di Cover

Fimela.com, Jakarta Kabar gembira buat kamu yang gak suka pornografi, tapi kabar ngeselin bagi kamu yang suka esek-esek. Majalah Playboy kini gak lagi memajang cewek-cewek bugil di sampulnya. Hal ini diumumkan sendiri oleh pemiliknya, Hugh Hefner. Lah, kenapa tiba-tiba dia memutuskan hal seperti itu, ya? Ini alasan-alasan Hefner di balik keputusan yang cukup luar biasa tersebut.

1. Insyaf beneran? Gak juga ternyata, hihihi. Langkah ini dilakukan sebab Hefner mengaku lelah mendapat serangan terus menerus dari kaum feminis lantaran memajang foto cewek-cewek tanpa busana. Menurut para aktifis, majalah Playboy telah membuat para perempuan menjadi objek seks lelaki. Ini yang disinyalir meningkatkan kejahatan dan kekerasan seksual pada wanita.

Sebuah foto menunjukkan Playboy edisi November 2015 di Washington, Selasa (13/10). Majalah Playboy menyatakan berhenti memuat foto wanita telanjang karena perkembangan internet membuat majalah porno tak lagi menjadi komersial. (AFP PHOTO/Mandel NGAN)

2. Selain itu Hefner juga mengatakan prihatin atas kasus-kasus seksualitas yang dilakukan remaja. Menurutnya karena sampul Playboy yang sangat menggoda syahwat tersebut mengundang berahi tinggi pada anak-anak tanggung itu. Menurut sebuah situs pemerhati media di Amerika Serikat, Playboy menyumbangkan angka signifikan sebagai penyebab remaja ingin mencoba seks usia dini, hiii.

Ini dia sampul Majalah Playboy yang paling fenomenal sepanjang masa.

3. Tim redaksi meyakini industri pornografi sudah sangat maju luar biasa. Media serupa majalah Playboy bermunculan. Saingan mereka juga Internet yang malah menyajikan situs khusus film biru. Namun Hefner kini sudah memandangnya sebagai sesuatu yang 'murahan'. Hefner mengaku sudah menyiapkan beberapa materi sampul yang bakal menggebrak yakni perempuan berbusana namun dengan pose provokatif. 

10 Sampul Majalah Playboy yang Kontroversial | via: sssip.wordpress.com

Itu tadi alasan-alasan khusus pemilik Majalah Playboy, Hugh Hefner, yang tak menginginkan lagi wanita bugil mejeng di media yang dibuatnya. Keputusan ini tentu sudah dipertimbangkan masak-masak. Meski para pecinta pornografi mengatakan sungguh disayangkan, namun keinginan ini Hefner didukung juga oleh banyak kalangan. Bravo Hefner! Semoga majalah Playboy lebih bisa diterima seluruh lapisan masyarakat dunia tanpa harus menjual tubuh wanita di halaman depannya, amin.

Baca juga: 10 Sampul Majalah Playboy yang Kontroversial

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading