Sukses

Lifestyle

Kisah Penjual Roti Bakar Tunarungu dan Tunawicara

Fimela.com, Jakarta Sebenarnya apa yang diharapkan oleh penjual roti bakar yang tunarungu dan tunawicara yang kini fotonya tengah menjadi viral? Pastilah sama seperti manusia lainnya, dia juga mau berusaha untuk hidup layak, hidup berarti untuk keluarga yang setia menunggunya di rumah, dan juga kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

“Salut banget dengan mas ini, dengan segala keterbatasannya dia masih tetap berusaha semampu dia dengan berjualan Roti Bakar. Semoga dilancarkan usahamu mas! Silahkan yang pengen roti bakar bisa beli roti bakar punya mas ini, roti bakarnya enak kok. setiap malam lokasi jualanya disekitaran jembatan Gajah Wong ( Museum Afandi, Jl. Laksda Adisucipto),” tulis pemilik akun Facebook Boby Lamanepa.

Dalam postingan tersebut Boby mengunggah foto seorang pria yang merupakan penjual roti bakar. Dagangannya mungkin terlihat biasa, tapi ada satu hal yang tak biasa, dan hal itu bisa terlihat dalam pengumuman yang ditempel di gerobak si penjual roti bakar tersebut.

Kisah Penjual Roti Bakar Tunarungu dan Tunawicara. (Foto: Facebook/Boby Lamanepa)

Pengumuman itu bertuliskan,”Mohon maaf saya penyandang tunarungu dan tunawicara. Kalau Anda ingin memesan roti silahkan tulis di buku saja ya. Terimakasih atas kunjungan Anda dan saya mohon maaf kalau pelayanan saya kurang di hati pembeli sekalian. Terimakasih.”

Ya, satu hal yang diharapkan oleh penjual roti bakar ‘spesial’ ini, ia hanya mengharapkan para pelanggannya untuk sedikit bersabar, karena meskipun sudah ahli membuat roti bakar, tentulah ia perlu melihat kembali catatan pesanan dari pelanggannya. Kisah penjual roti bakar tunarungu dan tunawicara ini tentu saja bisa menginspirasi kita yang diberikan kesempurnaan. Ada orang-orang yang tetap berjuang dan tidak pernah bermalas-malasan walaupun mereka memiliki fisik yang tidak sempurna.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading