Sukses

Lifestyle

Begini Cara Instagram Ubah Gaya Traveling

Fimela.com, Jakarta Seperti kebanyakan bidang, dpengaruhi dan mempengaruhi pun terjadi di dunia travelingTerdapat beberapa faktor memang, namun satu yang tak bisa dielak adalah hubungan antara perjalanan dan media sosial. Di antara sederet jejaring sosial populer di Indonesia, Instagram jadi satu yang sekiranya paling sering dikaitkan dengan traveling.

Kebiasaan ini akhirnya membentuk budaya baru yang awalnya mungkin tak banyak disadari banyak pelancong. "Aku melihat keinginan untuk pergi ke tempat-tempat cantik ini, untuk benar-benar pergi, karena kebanyakan orang akan terkubur di koleksi foto mereka," kata fotografer Corey Arnod kepada National Geographic.

Curug Cibareubeuy, Subang, Jawa Barat. (anggapermadi/Instagram)

Berangkat dari hasrat menggebu tersebut, banyak dari traveler yang mendapat inspirasi dari Instagram. Budaya ini bermuara pada pembagian pengalaman yang tak hanya berujung pada pembentukan komunitas, namun juga menciptakan spot baru, di mana nantinya akan menarik banyak orang singgah.

"Namun kebanyakan orang masih terlalu egois. Mereka ingin mengabadikan gambar yang mengarahkan hidup mereka ke arah sempurna. Tapi mereka malah melupakan kesenangan yang nyata," tutur salah seorang fotografer lain Trey Ratcliff, sebagaimana dimuat National Geographic.

Bukit Jaddih, Bangkalan, Madura. (anandaputrilaras/Instagram)

Kemudian nasib yang lebih tragis adalah ketika ada yang mempertaruhkan nyawa demi foto bagus. Lantas, bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi atau menghentikan penularan budaya Instagram tersebut? Bukan dengan berhenti travelingnamun lebih kepada melakukan evaluasi dari perjalanan yang dilakukan. "Aku lebih sering menceritakan kisah di balik perjalanan itu sendiri atau semata tentang sebuah tempat," sambung Trey,

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading