Sukses

Lifestyle

Editor Says: Nastar yang Tinggal Kenangan

Fimela.com, Jakarta “Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar. La ilaha illa-Llah wa-Llahu akbar, Allahu akbar Wa li-Llahi l-hamd.” Sepertinya masih jelas diingatan suara takbir yang menggema dari seluruh penjuru daerah. Bagaimana suara tersebut membuat hati ini bergetar dan entah bagaimana juga suara takbir tersebut pun membuat air mata ini keluar begitu saja, padahal tidak ada hati yang terluka, hanya rasa bahagia penuh sukacita.

Inikah yang namanya kemenangan? Inikah yang dirasakan oleh orang-orang yang bilang bahwa kita akan selalu rindu dengan datangnya hari kemenangan, kita akan selalu rindu datangnya Ramadan, kita akan selalu rindu datangnya bulan penuh berkah yang hanya muncul satu tahun sekali? Dan kita akan selalu rindu berkumpul dengan orang-orang tercinta yang tak bisa terus bersama kita?

“Apakah saya masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadan berikutnya? Apakah saya masih dipertemukan dengan momen penuh kebahagiaan ini?” Ya, pertanyaan itu yang terus saja muncul di kepala. Dan, ya, bukan cuma saya atau pun kamu, tapi semua umat Muslim pasti memiliki pertanyaan yang sama,”Apakah saya masih diberi umur panjang sehingga bisa bertemu dengan Ramadan selanjutnya dan merayakan Idul Fitri dengan keluarga dan sahabat tercinta?”

Rasanya tak heran jika Hari Raya Idul Fitri bakal menjadi momen yang paling dirindukan. Kapan lagi kamu dan mamamu memiliki kesempatan seharian bersama membuat adonan kue yang jujur saja, rasanya belum tentu enak? Kapan lagi kamu dan ayahmu memiliki waktu untuk membersihkan rumah dan bertengkar soal posisi atau letak foto yang menurutmu masih miring atau kurang pas atau kamu yang mengeluh kecapean sedangkan si ayah masih ingin mengganti warna cat tembok rumah?

Kapan lagi kamu dan si kakak juga adek bertengkar soal menu buka puasa yang akan disantap nanti? Banyak hal yang terjadi saat Ramadan dan akan selalu kamu rindukan. Tak hanya momen berharga dengan keluarga, banyak hal indah yang terjadi bersama sahabat-sahabatmu. Saat di mana kamu dengan sahabatmu bertengkar karena tak juga menemukan tempat yang pas untuk buka puasa bareng, saat di mana tiba-tiba saja ada satu orang dalam geng memutuskan untuk “keluar” dari grup BBM yang tak pernah ada habisnya membahas soal “Kapan buka puasa bareng? Dimana?”

Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Tapi, boleh dibilang ada baiknya juga memiliki perasaan seperti ini, perasaan takut kehilangan, perasaan takut bahwa kita mungkin saja tidak akan bertemu lagi dengan Ramadan di tahun selanjutnya. Hmmm, jangan dulu dikaitkan dengan kematian, hanya saja nantinya mungkin kamu akan lebih sibuk dari biasanya sehingga tak bisa Lebaran bersama keluarga tercinta di rumah.

Yang pasti jangan pernah lari dari perasaan ini, perasaan yang entah bagaimana bisa mendorongmu untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Ya, ini semua tentang kebaikan, rasa takut akan kehilangan itu membuatmu benar-benar ingin menjadi anak yang lebih baik, menjadi kakak yang lebih baik, atau menjadi adik dan sahabat yang lebih baik.

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh VIO_NA (@vionamulya) pada

Tapi, jangan sampai perasaan itu cuma sesaat. Karena biasanya sehari atau dua hari setelah Lebaran kamu akan lupa dengan janji-janji itu. Ada seseorang yang pernah berkata, saat kamu lupa dengan janji-janjimu, janji yang kamu buat usai Lebaran, maka pandangilah toples nastar yang kini mungkin saja telah kosong. Ingat, toples tersebut menanti untuk kamu isi lagi.

“Meskipun rasa nastarnya biasa-biasa saja, meskipun kamu bisa makan dan membuat nastar kapan saja. Tapi, rasanya pasti akan lebih istimewa ketika kamu makan saat Lebaran.” Sebenarnya bukan kue nastarnya yang istimewa, tapi orang-orang yang berada disekelilingmu, orang-orang yang dengan sabarnya menunggu giliran untuk menggenggam setoples nastar itu sendirian. Semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadan selanjutnya. Aminnnn…

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading