Sukses

Lifestyle

Curhat Pembaca: Pacar Insecure Nggak Mau Diputusin

Fimela.com, Jakarta Dari: Ema

Hi kak, aku mau cerita. Aku punya pacar, kami udah pacaran sekitaar 3 tahunan. Awalnya kami baik2 aja tapi semakin ke sini aku ngerasa sikapnya semakin keterlaluan. Kata teman2 aku, aku ini insecure tapi sikap dia ke aku lebih insecure. Sebenarnya udah lama aku ngerasa, tapi aku selalu menolerirnya krn kalaupun aku marah, dia selalu jd 2x lebih marah. Dia jg suka memutarbalikkan keadaan dan membuat jadi seakan2 aku yg salah. 

Belakangan sikapnya semakin keterlaluan. Dia malah sampe ngelarang2 aku kerja karena temen kerjaku cowok semua. Trus aku harus gmn? Sedangkan aku ga bisa bergantung sama ibuku begitu aja. Banyak bgt hal kecil yang dia permasalahkan tp ga pernah ada solusinya. Aku mau putus. Aku udah putusin dia tapi dia gamau2, dia blm bisa terima dan masih berusaha terus deketin aku. Dia seakan2 masih meyakinkan aku klo dia bakalan berubah, tp menurutku bukan baru sekali ada kejadian begini, ak gamau lagi. Gimana caranya supaya dia terima? Tolong sarannya kak. Makasih ya.

***

Dear, Ema

mungkin ini adalah akibat dari keinsecure-an yang sudah kamu dan dia tanam sejak lama. Dulu, kalau saja kamu nggak memulai sikap insecure ke dia, kalau saja kamu mencoba percaya dan menunjukkan rasa percaya itu padanya, mungkin sikapnya saat ini akan berbeda, dan hubungan kalian akan baik-baik saja.

Sejujurnya kalau sudah separah yang kamu ceritakan, akan lebih sulit untuk memulihkan kondisi hubunganmu agar kembali normal dan layak untuk dijalani. Ini sudah terlalu jauh, bibit-bibit keinsecure-an itu sudah mulai merusak hubunganmu. Sayang sekali, namun kamu juga tidak perlu menyesalinya. Lebih baik kamu mengambil pelajaran agar ke depannya nggak terulang dengan siapapun kamu menjalin hubungan. :)

Sekarang, kalau kamu mau mengakhirinya pun bukan keputusan yang salah. Ketika kamu merasa tetap bersama pun tidak bisa mengubah keadaan, maka putus adalah keputusan yang tepat. Untuk apa bertahan dalam hubungan yang sudah kamu tahu sangat melelahkan itu? Kalau sama dia, kamu sudah tahu juga akan seperti apa hubungan kalian berjalan. 

Kalau kamu sudah yakin untuk putus, saatnya kamu tunjukkan keyakinan itu padanya. Teguhkan keputusanmu. Jangan mudah goyah dengan janji-janjinya meski dia bilang akan berubah kalau kalian tetap bertahan. Kalau kamu mengiyakan, kemungkinan dia akan semakin tidak menghargaimu. Dia akan tetap semena-mena terhadapmu karena menganggap kamu gampang direngkuh kembali sekalipun dia telah 'membuangmu'. Apakah kamu mau seperti itu?

Diamkan saja semua pesannya. Beritahu orang-orang terdekatmu kalau kalian sudah putus, agar mereka juga bisa membantumu menciptakan blokade dari 'serangan'-nya memohon balikan. Kuncinya cuma satu; jangan mudah kasihan. Semangat, Ema!

 

 

 

***

Punya masalah percintaan yang bikin galau? Curhatin aja! Kirim curhatanmu ke redaksi@bintang.com. Jangan lupa tulis subject emailnya: CURHAT PEMBACA BINTANG, ya. Curhatanmu akan dijawab dan kamu bisa lihat jawabannya di www.bintang.com/relationship. Ditunggu!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading