Sukses

Lifestyle

Guru Honorer Ini Rela Jadi Pemulung Buat Penuhi Kebutuhan Hidup

Fimela.com, Jakarta Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Oleh karena itu, guru seharusnya di hormati dan mendapat bayaran yang sepadan. Namun sayang, seorang guru bernama Mursidi di Montong Gading, Lombok, malah harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup.

Dilansir dari Lombok Post, Mursidi setiap hari sibuk mengajar, memulung, dan juga menjad pedagang keliling. Alumnus STKIP Hamzanwadi Pancor ini terpaksa bekerja keras lantaran dia masih berstatus guru honorer.

Sayangnya, keerja keras Mursidi kadang tak membuat dia dihormati dan dihargai orang lain. Beberapa orang pada awalnya mencibir dirinya. "Sarjana pendidikan, kok, mulung! Kata mereka begitu," akunya.

Dia pun beberapa kali bertemu dengan siswanya saat memulung dan juga berjualan. Namun, seiring berjalannya waktu, Mursidi menjadikan hal ini sebagai hal biasa. Dia sudah tak lagi sungkan dan malu saat banyak orang tahu, kalau seorang guru seperti dirinya harus memulung dan berjualan dengan berkeliling.

Mursidi | Sumber Foto: adbmifoundation.org

Malah, kalau ada orangtua murid yang memiliki sampah yang bisa didaur ulang dan dijual, Murisidilah yang akan mengambilnya. “Lama-lama biasa, malahan sekarang kalau ada rekan di sekolah yang punya sampah saya yang ambil," kata Mursidi.

Namun, menjadi seorang pemulung ternyata bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhannya. Tapi juga menunjukkan kepada banyak orang, kalau seorang sarjana tak boleh gengsi melakukan pekerjaan lain yang dinilai cuma untuk orang tak berpendidikan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading