Sukses

Lifestyle

Sudah Sering Putus dan Disakiti, Masih Saja Mau Diajak Balikan Lagi

Fimela.com, Jakarta Kasih masih ngotot bertahan pacaran padahal sering putus dan disakiti ini pasti masih banyak terjadi. Kamu mungkin salah satu yang mengalaminya, seperti terjerat pada lingkaran setan.  

Sudah putus, sudah memilih jalan masing-masing, tapi begitu diajak untuk balikan lagi eh masih mau. Sebagai cewek, kadang kita pun merasakan godaan yang begitu kuat untuk balikan dengan dia yang sebenarnya sudah jadi bagian dari masa lalu. Kira-kira apa ya yang membuat godaan untuk balikan ini begitu kuat?

Tidak Bisa Menerima Kenyataan

Godaan untuk balikan begitu kuat karena kita belum bisa menerima kenyataan. Kita memilih untuk mengingkari kenyataan dan perubahan yang ada. Jadinya kita ingin kembali ke masa-masa saat segalanya masih sama. Kita bersikap sok naif bahwa perpisahan yang terjadi tidaklah serius.

Sudah Ketergantungan

Bagai candu, kehadiran sosoknya membuatmu jadi ketergantungan. Kamu sudah terlalu terbiasa melakukan berbagai hal dengannya. Begitu dia sudah tak ada lagi di sisimu, kamu merasakan ada ruang yang begitu kosong di hatimu. Sehingga kamu memilih untuk balikan meski mungkin akan disakiti kembali daripada kesepian.

 

 

Terlalu Banyak Memikirkan Orang Lain Bisa Menyakiti Diri Sendiri

Tak Ingin Mengecewakan Orang-Orang Terdekat

Mungkin orangtua, teman, atau sahabatmu sudah sangat mendukung hubunganmu. Tapi begitu akhirnya putus, kamu khawatir mengecewakan orang-orang terdekatmu tersebut. Hingga akhirnya kamu memilih mengorbankan perasaanmu, dan memutuskan untuk balikan meski ada luka.

Dihantui Rasa Takut

Kita takut akan sendirian sepanjang sisa usia kita. Takut tidak bisa melanjutkan hidup tanpa sosoknya. Perasaan jadi tidak tenang dan tak karuan. Balikan pun jadi keputusan yang dianggap lebih aman daripada terus-terusan dihantui perasaan takut tanpa kepastian.

Terlepas Dari Apapun Alasanmu, Tetaplah Realistis

Merasa Masih Ada Harapan

Kita masih dibayangi pikiran bahwa masih akan ada harapan untuk memperbaiki segalanya. Balikan dianggap sebagai harapan terbesar untuk membalikkan keadaan. Masih berharap pun sering jadi alasan pasangan untuk mencoba balikan.

Harapan memang selalu ada jika kita percaya. Masalahnya, apa yang kamu percayai sesuai dengan kenyataan atau tidak? Kalau tidak realistis, harapan itu bukan membawamu pada kebaikan tapi malah menyesatkan. Jadi, realistis lah. Ketahui mana yang sebaiknya jadi prioritas; kamu.

 

 

Sumber: vemale.com

Penulis: Endah Wijayanti

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading