Sukses

Lifestyle

Mantan Pacar Teman jadi Gebetan, Sah atau Tidak?

Next

Percaya atau nggak, buat kamu yang pernah mengalaminya, ini pasti jadi dilema: pacar teman baik yang sering dia ceritakan tiba-tiba mendekatimu dan memintamu jadi pacarnya. Selama ini kamu nyaman jalan dengannya, tapi teman baikmu belum tahu hubungan kalian. Kamu harus bagaimana? Memberi tahu kabar “baik”-mu? Memilih diam? Atau?

Memutuskan menjalani hubungan dengan seseorang otomatis harus siap juga menerima segala risiko, termasuk ketika hubungan yang dimulai punya risiko tingkat tinggi: terancamnya persahabatanmu. Nggak pernah ada yang bisa menyalahkan perasaan karena di sini yang nggak tepat hanyalah masalah status.

“Lebih baik bilang jujur daripada nanti dia tahu dari teman lain atau memergoki kami jalan bareng. Awalnya canggung juga, tapi reaksinya ternyata nggak seperti yang aku kira. Dia malah support kami, kok. Alasannya sih simpel, mungkin dia nggak jodoh, jadi sah si mantan jalan sama siapa aja. Sampai sekarang malah kita sering double date,” kenang Yeni, financial accountant, 23 tahun.

Next

Jujur memang jadi nilai plus. Walaupun sebenarnya si dia sudah jelas nggak punya hubungan apa-apa lagi dengan teman baikmu dan sah buatmu menjalin hubungan dengannya, tetap saja ada yang namanya etika. Nggak rugi kok, membicarakan baik-baik hal ini dengan temanmu. Bukan untuk meminta izin, tapi untuk menjaga hubungan baik.

“Kalau gue tetap anti, ah. Ibaratnya dia pernah sama teman gue, terus sekarang gantian sama gue. Nggak nyaman aja, apalagi pasti bakal jadi omongan. Masih banyak juga yang lain. Walaupun gue juga tertarik, lebih baik nggak main api, deh. Nanti bisa jadi makan ati!” kata Ummi, sales manager, 26 tahun.

Next

Walaupun nggak semua dari kita mau mengambil risiko berpacaran dengan mantan pacar teman, tapi banyak juga yang tetap memenangkan perasaannya. Nah, selain jujur bisa menjaga hubungan baikmu dengan teman, kamu juga bisa melihat sejauh mana keseriusan hubungan temanmu itu dengan si mantan ketika masih berpacaran. Bisa jadi kan, masing-masing masih punya perasaan spesial atau mantannya mendekatimu cuma untuk membuat temanmu cemburu? Benar atau nggaknya kemungkinan itu cuma bisa kamu ketahui dengan bicara dari hati ke hati dengan temanmu, sekaligus gebetan, duduk bersama dengan dewasa.

Mau mengambil risiko atau memilih menjauh, nggak ada yang salah dengan pilihan selama itu kamu yakini terbaik untukmu. Kamu mungkin bermimpi mendapatkan cinta dengan cara paling romantis atau nggak akan terlupakan, sementara yang kamu alami sebaliknya. Cinta itu kini ada, tapi berasal dari tempat tak terduga yang perlu diperjuangkan. Atau, kamu memutuskan menjauhi si dia yang mantan teman dekatmu karena nggak mau hubunganmu dan teman rusak? Kalau kamu berpikir begitu, jangan takut melangkah karena masih ada orang lain yang mungkin lebih cocok untukmu. Seperti kata psikolog Aleta Koman, jangan terlalu cepat bermimpi punya cinta happy ending. Pernah ada di situasi ini? Mana yang kamu pilih? Share, yuk!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading