Social Media, Berkah Pengusaha Minimalisasi Budget Promosi

Fimela Editor04 Jun 2013, 06:00 WIB
Diperbarui 04 Jun 2013, 06:00 WIB

Next

holycowZero Marketing Budget!

Siapa yang nggak tahu Holycow Steakhouse dan Loobie? Para pencinta steak Jakarta, pastinya sudah memasukkan Holycow Steakhouse ke dalam list restoran wajib kunjung mereka. Memberikan harga terjangkau, jika dibandingkan dengan steakhouse lainnya, Holycow! memberikan kualitas daging yang baik. Tapi, pernahkah sekali saja kamu melihat iklan steakhouse ini di media cetak ataupun elektronik? Nope!

Yes, sejak awal berdiri hingga saat ini, tim Holycow menjadikan social media sebagai tiang promosi dan marketing mereka. “Holycow!, dimulai 3 tahun lalu dengan menggunakan strategi ini. Mengapa? Karena kami memiliki zero marketing budget alias tidak ada budget untuk marketing dan promosi. Tapi, keterbatasan biaya inilah yang justru mendorong kami jadi bisa lebih kreatif untuk menciptakan ide-ide marketing di social media yang tidak biasa,” ujar Lucy Wiryono.

Terbukti, bahwa saat ini steakhouse yang dibangun bersama suaminya ini mampu memiliki 2 cabang lainnya. Artinya? Permintaan masyarakat cukup tinggi karena bukan hanya masyarakat Jakarta saja yang ingin mencoba produk Holycow!, tapi juga mereka dari luar kota yang aktif di jejaring social. Strategi promosi ini pun diterapkan Lucy pada bisnis kuliner barunya, Loobie.

“Baik Holycow! & Loobie keduanya memang menggunakan Social Media utk melakukan marketing. Diawali dgn Holycow! Zero marketing budget, BIG marketing impact, juga kami terapkan di Loobie. Semua kegiatan marketing di SocMed pun kami lakukan seorganik mungkin. Semua mengandalkan testimoni jujur dari konsumen. Selain zero budget, kami juga memilih SocMed agar bisa mendekatkan komunikasi kami dengan konsumen, cepat mendengar feedback dan memberi respon. Walaupun resikonya juga tidak kalah besar. Alhamdulillah Holycow! & Loobie diuntungkan dengan Social Media. Tapi yang harus diingat adalah social media marketing ini tidak semudah kelihatannya. Kita harus siap terjun dengan segala perlatan perang : konten yang menarik, bahasa komunikasi yang baik dan kematangan emosi. SocMed bisa jadi sangat menguntungkan untuk bisnis kita, tapi juga bisa menjadi sebuah sandungan jika kita tidak tahu benar cara memanfaatkannya,” Lucy bercerita.

SocMed paling efektif?

Next

greatday indonesia(Paling) Cepat dan Efektif Sebarkan Berita

Bukan hanya Lucy dan suami yang memanfaatkan SocMed sebagai media untuk promosi, hampir semua pengusaha sepertinya sudah menyadari dampak besar yang ditimbulkan SocMed untuk usaha mereka. Prabu Revolusi merupakan contoh lain pengusaha yang mengoptimalkan social media untuk melakukan marketing dan promosi bisnis yang ia rintis bersama rekan-rekannya yang lain.

Saat ini, Prabu memiliki 2 bisnis kuliner yang sedang ia geluti, Stekology dan juga Greatday Coffee and Tea. Kepada FIMELA.com Prabu mengaku bahwa dalam membesarkan bisnisnya, ia hanya mengandalkan kegiatan promosi melalui social media, twitter khususnya.

“Sejauh ini kami memang hanya promosi lewat twitter. Mengapa social media, twitter khususnya? Karena menurut saya social media lebih cepat mengabarkan berita dibandingkan dengan media lainnya. Sekarang ini, untuk mendapatkan berita terbaru, orang cenderung lebih sering mendapatkan informasi melalui social media, twitter. Peluang inilah yang saya lihat bisa membawa dampak positif untuk perkembangan bisnis saya. Terlebih lagi, saya bersyukur didukung dengan jumlah follower pribadi yang cukup banyak sehingga ini juga bisa mendukung bisnis saya. Selain itu, saya percaya word of mouth lebih ampuh dari media promosi apapun,” ujar Prabu pada suatu kesempatan saat dihubungi FIMELA.com.

Kini, bisnis Greatday Coffee and Tea yang baru dirintisnya kurang dari satu tahun dan hanya bermula di satu sudut kantor, telah berkembang menjadi 5 cabang lainnya dan juga beberapa mobil kopi keliling yang ia gunakan untuk melayani “delivery” kopi dan teh dalam jumlah besar.

Punya ide bisnis yang juga ingin dikembangkan seperti usaha mereka? Kamu juga bisa menantang sejauh mana kreativitasmu dalam merintis bisnis di sini! Psst, jangan sampai tertinggal, Fimelova! Karena dalam hitungan hari pendaftaran Indonesia Womenpreneur Competition (IWC) akan segera ditutup. Masih ragu cetuskan bisnis karena mentok biaya marketing? Nggak ada lagi istilah ‘tidak ada budget promosi’, Fimelova!

Lanjutkan Membaca ↓