Sukses

Lifestyle

3 Hal yang berakibat buruk bagi kesuburan perempuan

Fimela.com, Jakarta Membicarakan kesuburan perempuan sepertinya tak akan pernah habis. Banyak perempuan yang ingin mengetahui soal apa saja yang bisa meningkatkan kesuburan sehingga bisa cepat hamil. Atau, mengenai usia dimana kesuburan akan mulai menurun. 

Sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi kesuburan. Seperti, keseimbangan hormon, kesehatan organ reproduksi, dan lainnya. 

Klik Dokter menulis, salah satu faktor terganggunya kesuburan seorang istri adalah usia. Ketika kesuburan ini terganggu, maka orang tersebut akan sulit mendapatkan anak. 

Beberapa penelitian, tulis Klik Dokter juga, menjabarkan apa saja yang menjadi faktor ketidaksuburan seseorang, selain faktor usia. Agar kamu yang mendambakan kehamilan dapat menghindari semua faktor yang bisa mengganggu kesuburan, beerikut beberapa faktor yang memengaruhi kesuburan perempuan. 

Bahan kimia

Bahan kimia juga bisa mengganggu kesuburan. Bukan cuma bahan kimia yang ada dirumah, namun bahan kimia yang ada di sekitar tempat kerjamu, seperti bahan kimia dari pabrik. 

Seperti dilansir dari Klik Dokter, sebuah studi yang dilakuan tahun 2013, dipublikasikan di Environmental Health Perspectives, menunjukkan kalau polusi, pestisida, dan senyawa industri lainnya bisa menurunkan kemampuan pasangan suami istri memiliki anak hingga 29 persen.

 

Berat badan

Berat badan justru menjadi faktor paling memengaruhi terhadap kesuburan. Bukan cuma kelebihan berat badan saja, tapi terlalu kurus pun juga bisa berakibat buruk. Karena, baik kelebihan berat badan dan terlalu kurus, Klik Dokter menjelaskan, akan memengaruhi hormon fertilitas. 

Minuman beralkohol

Penelitian dari Swedia pada tahun 2004 menunjukkan kalau perempuan yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol ternyata lebih banyak mengonsumsi dan mencari obat-obatan peningkat kesuburan. 

Selain itu, konsumsi alkohol berlebih selama tahap awal kehamilan, bahkan sebelum terjadinya pembuahan, kemungkinan bisa memicu kelahiran bayi yang prematur. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading