Sukses

Lifestyle

Gagal Panen, Wanita Ini Putuskan Bunuh Diri

Bagi petani dan pemilik sawah, panen adalah momen yang ditunggu-tunggu. Setelah beberapa bulan merawat tanaman, akhirnya saatnya tiba untuk memanen dan menjual hasil panen. Gagal panen kerap terjadi, tidak hanya di Indonesia. Ada banyak penyebab gagal panen, bisa karena cuaca, hama dan lain sebagainya.

Para petani tentu terpukul bila terkena gagal panen. Bagaimanapun juga, gagal panen berarti kehilangan modal yang sudah ditanamkan dalam bentuk tanaman di sawah. Banyak petani yang sedih hingga berhari-hari, namun rupanya wanita ini tidak sanggup menahan tekanan karena dirinya merugi banyak akibat gagal panen.

Warningsih (42) adalah petani Tembakau di Dusun Kebon Gede, Desa Traji, Kabupaten Temanggung. Beberapa hari sebelum bunuh diri, Ningsih mengeluh tentang tembakaunya yang sepertinya akan gagal panen dan rusak. Mendengar keluh kesah adiknya, Juyanto (50) memberikan semangat dan motivasi. "Gagal panen itu adalah salah satu kemungkinan dari menanam sesuatu. Rugi itu pasti namun esok hari saat musim tanam datang lagi, kerugian bisa tertutup bila panen selanjutnya sukses," ujar Yanto menirukan nasihatnya untuk Ningsih.

Namun rupanya Ningsih tidak bisa menerima bahwa kerugian melandanya. Ningsih tiba-tiba menghilang hingga empat hari dan keluarganya kebingungan mencari wanita ini. Setelah empat hari meninggal, tiba-tiba saja Ningsih ditemukan dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa.

Ningsih meninggal dunia di sebuah kebun tidak jauh dari tempat tinggalnya dalam kondisi membusuk, Jumat (30/8). Mayat perempuan tersebut diketahui pertama kali oleh tetangganya, Ngatinah (70) yang sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya. Ngatinah kaget luar biasa mengetahui bahwa sosok yang berada di kebun itu adalah Ningsih, tetangganya.

Yanto syok mengetahui adiknya meninggal dunia. Pria paruh baya ini tidak menyangka bahwa pukulan gagal panen membuat Ningsih berbuat nekat seperti ini. Ningsih sendiri adalah salah satu petani Tembakau sukses di desanya. Namun rupanya pada musim tanam kali ini, tembakau yang ditanam Ningsih terkena hujan sehingga rusak dan tidak bisa dipanen.

"Kemungkinan hal itu yang menjadi beban pikirannya, karena tembakau memang satu-satunya penghasilan yang diandalkan, jadi kalau rusak harapan pada masa panen ini pupus," terang Yanto dengan raut wajah sedih dan penuh dengan keprihatinan. Ningsih diduga bunuh diri dengan menggunakan pestisida untuk tanaman tembakau miliknya. Kini jasad RSUD Djojonegoro Temanggung untuk diautopsi.

Ningsih mungkin merasa tertekan, sedih dan bingung karena kerugian yang ditanggungnya. Manusia kerap jatuh pada titik terendah dan merasa tidak mampu bangkit lagi. Padahal Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kuasa umatNya.

BACA JUGA

Gadis Ini Bunuh Diri Karena Foto Saat Diperkosa Disebar Pelaku

Mengabdikan Diri Untuk Rawat Mertua, Sri Terbakar di Kamarnya

Patah Hati, Pemuda Malang Ini Memutuskan Bunuh Diri

Gadis Ini Nekat Bunuh Diri Karena Cinta Tak Direstui

Tragedi Menyedihkan Ibu Ajak Anak Bunuh Diri

Merasa Gaptek, Pria Malang Ini Memutuskan Bunuh Diri

Minum Kopi Dapat Mencegah Bunuh Diri

(vem/sya)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading