Sukses

Lifestyle

Cerita Inspirasi Seorang Penjual Es Krim Yang Mendapat Penghargaan

Menjalani suatu pekerjaan jika ikhlas akan membawa banyak berkah ladies. Bekerja tidak hanya mencari uang saja tapi juga membuka pintu surga karena pekerjaan yang halal akan mendatangkan pahala. Bila pekerjaan yang kita lakukan membawa manfaat maka niscaya 'keuntungan' yang kita dapatkan tidak hanya gaji saja tapi banyak lagi.

Seorang bapak penjual es krim ini mendapatkan penghargaan karena pekerjaannya. Sembari menjual es krim, dia juga menyebarkan kebaikan. Gatot Sunardi, pria ini membantu Kepolisian untuk membangun sifat positif di masyarakat.

"Dalam menjajakan es goreng, Gatot Sunardi selalu menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti, seperti dikutip dari Antara, Jumat (27/9) dan dikutip dari merdeka.com. Dengan gaya bicara yang santai dan sembari membuat es krim pesanan pembeli, Gatot menyelipkan pesan-pesan yang ringan namun tertanam dari hati nurani orang-orang yang mendengarnya.

Gatot Sunardi sehari-hari berjualan es goreng di sekitar Alun-alun Selatan Yogyakarta. Walau tidak pernah mendapatkan pelatihan tentang menjaga ketertiban, namun dengan tulus Gatot mengajak orang-orang menjaga ketertiban, mematuhi peraturan dan mengesampingkan perbedaan. Gatot melakukan hal ini selama bertahun-tahun dan kegigihannya menyebarkan kebaikan mendapatkan respon positif dari banyak orang.

Gatot Sunardi mengatakan, setiap kali berjualan selalu menyanyikan lagu 'Yogya aman, Yogya nyaman dan Yogya bebas preman', selain juga selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga keamanan melalui pengeras suara yang digunakannya untuk berjualan. "Saya juga selalu menyapa para pengguna lalu lintas untuk tertib dan menaati rambu lalu lintas, berhati-hati, dan mengutamakan keselamatan bersama," katanya.

Yogyakarta memang dikenal sebagai kota yang ramah, aman, damai dan penduduknya hidup rukun berdampingan. Hampir tidak pernah ada konflik walaupun di Yogya agama dan sukunya juga majemuk mengingat Yogyakarta adalah kota pelajar. Semua hidup bersama, tanpa ada rasa ingin menang dari yang lainnya.

Gatot mengatakan dirinya bahagia mendapatkan penghargaan ini. Dirinya tidak menyangka akan mendapatkan apresiasi seperti ini. "Saya melakukan hal ini sejak tahun 1992 dan niat saya memang untuk membantu menjaga kedamaian di Yogyakarta," ujarnya dengan terharu.

Persatuan dan keamanan di Indonesia sebenarnya tercipta dari diri kita sendiri ladies. Yuk mulai ikut menjaga ketertiban dan keamanan dengan mematuhi aturan! Bila Gatot saja dengan konsisten mengajak banyak orang untuk menjadi lebih baik, kita juga pasti bisa.

(vem/sya)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading