Sukses

Lifestyle

10 Jajanan Masa Kecil dari Bahan Non-Beras

Lucu  dan seru setiap kali kita mengenang tentang masa kecil, terutama kenangan saat di sekolah dan jajanan khasnya. Baik jika Anda tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. Ada saja beragam penganan berupa  jajanan masa kecil yang membuat rindu.

Uniknya, beberapa di antara jajanan yang dulunya memiliki reputasi “kaki lima” atau “pikulan”, kini jadi penganan yang dihidangkan di restoran bahkan di hotel. Sebagian ada yang masih bisa kita temukan saat ini, namun ada juga yang sudah hilang dari pasaran.

Nah, sebagai “obat kangen” berikut ini sedikit ulasan tentang beberapa jajanan lawas. Tentu ini belum mencakup semuanya, tiap daerah dan wilayah pasti punya jajanan khas masing-masing!

(vem/aik)

Kembang Tahu

Panganan tradisional khas tionghoa ini terbuat dari kedelai yang diperas hingga menghasilkan susu kedelai.  Lalu ditambahkan sedikit gipsum untuk hasil yang lebih padat namun tetap lembut. Kembang tahu disajikan dengan air gula jahe. Enak dinikmati saat hangat.

Grontol atau bledus

Makanan ini terbuat dari butiran-butiran jagung yang direndam dalam air hingga mengembang, lalu direbus dan dicampur dengan parutan kelapa muda. Ditambah sedikit garam agar rasanya menjadi gurih. Diberi nama bledus konon katanya karena saat dimakan rasanya seperti meletus atau dalam bahas jawa mbeledos.

Gulali

Jajanan manis ini hingga sekarang masih sering kita lihat di beberapa lokasi pinggir jalan. Dijual secara keliling, permen tradisional ini terbuat dari gula merah yang dipanaskan hingga menjadi caramel dan bisa dibentuk sesuai permintaan pembeli.

Di zaman dahulu, lolipop tradisional ini terbuat dari gula merah dan gula pasir alami, kini Anda harus memastikan anak Anda tidak mengonsumsi yang terbuat dari pemanis buatan dan bebas bahan pengawet.

Next

Ini adalah versi sederhana dari cotton candy alias permen kapas. Di zaman sekarang, Anda dapat membelinya di toko oleh-oleh, toko roti dan kue atau di arena permainan anak. Namun di masa kecil, Anda pasti pernah menjumpai penjualnya membawa peralatan untuk membuatnya dibawa dengan gerobak.

Dengan memutar gentong kalengnya, serat-serta gula pun keluar. Di makan bersama wafer tanpa rasa berwarna-warni, makan Rambut Nenek tentu membawa memori Anda kembali ke masa kecil.

Carang Gesing

Makanan ini adalah kue trasional khas Jogja. Carang gesing terbuat dari pisang, santan, telur dan ada yang divariasikan dengan roti tawar. Terbungkus dalam daun pisang lalu di kukus. Seperti bahan dan cara membuatnya yang simpel, konon kue ini melambangkan kesederhanaan masyarakat Yogyakarta saat itu.

Next

Jajanan ini khas Jawa Barat. Nama bebek dalam bahasa Jawa artinya menumbuk. Mengolahnya memang dengan cara menumbuk semua bahannya, yang biasanya terdiri dari kedondong, jambu air, mangga muda, bengkoang, ubi, pisang batu dan gohok (buah tradional khas jawa barat).

Ditambah cabe rawit, gula merah, garam, air gula asem dan sedikit terasi. Semua bahan tadi ditumbuk menggunakan kayu berbetuk silinder dalam sebuah alat tumbuk bernama lumpang hingga lembut. Penyajiannya menggunakan daun pisang yang dibentuk seperti pincuk lalu sendoknya juga terbuat dari lipatan daun pisang. Sangat tradisional dan tempo dulu!

Cenil

Karena dimakan rasanya kenyal-kenyal, konon itu yang menyebabkan jajanan pasar ini diberi nama cenil. Terbuat dari tepung sagu atau kanji (tepung singkong)  dengan tampilannya yang warna-warni. Ada merah, putih, hijau, dan kuning.

Menyajikannya sangat sederhana, hanya dengan taburan parutan kelapa muda. Simpel dan selalu ngangenin rasanya.

Gethuk Lindri

Jajanan pasar khas jawa tengah ini berbahan utama singkong. Dinamakan lindri karena digiling menjadi bulatan kecil-kecil memanjang seperti mie, yang lalu disatukan lagi menjadi persegi panjang.

Jajanan ini masih ada yang menjajakannya hingga saat ini. Di Jakarta, penjual genthuk lindri punya ciri khas, sambil berkeliling, mereka memutar lagu-lagu tradisional Jawa .

Kue pancong

Anda tentu masih ingat betapa ketika akan membeli jenis jajanan ini, Anda harus antri dan bersabar. Kue pancong adalah salah satu jenis jajanan favorit karena rasanya manis gurih dan selalu disajikan hangat plus taburan gula pasir.

Terbuat dari parutan kepala , terigu dan santan, serta dicetak di loyang khusus. Ketika gerobak atau pikulan kue pancong datang anak-anak hampir selalu berkerumun untuk “menonton” penganan dibuat si Abang penjual, sambil antri untuk menunggu kue matang. Ingatkah Anda berapa baris yang biasanya Anda beli di masa itu?

Es campur

Jajanan yang dulunya merupakan hidangan kaki lima kini bisa disantap di restoran bahkan jadi desert di hotel. Biasanya dilengkapi cincau hitam, kolang-kaling, tape singkong, biji delima (terbuat dari sagu), irisan nangka, alpukat dan siraman sirup merah pada bagian es serut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading