Sukses

Lifestyle

Oh Tidak! Kuabaikan Ibuku Sendiri Sekarat di Pinggir Jalan

Penyesalan selalu datang terlambat. Kita pun tak pernah bisa punya kuasa untuk memutar kembali waktu yang sudah berlalu. Yang tersisa pada akhirnya hanyalah perasaan bersalah.

Suatu hari, Zhang sedang mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumah. Dilansir dari shanghaiist.com, saat sampai di kota Wuhu, provinsi Anhui, Cina, ia melihat ada seorang wanita yang bersimbah darah di jalan. Namun, Zhang tak menghentikan mobilnya. Ia terus saja melaju menuju kampung halamannya.

Saat sampai di rumah ibunya, Zhang terkejut dengan pengakuan para tetangga yang bilang kalau ibunya baru saja pergi untuk menjenguknya. Jadi Zhang dan sang ibu rupanya sama-sama tak tahu kalau sebenarnya mereka berpapasan di jalan.

Perasaan Zhang mendadak tak enak. Ia mengendarai mobilnya kembali ke jalan yang baru dilewatinya. Sekali lagi ia melihat seorang wanita yang masih berada di posisi yang sama dalam kondisi bersimbah darah. Barulah ia tahu kalau ternyata wanita tersebut adalah ibunya sendiri. Sang ibu jadi korban tabrak lari dan tak ada yang menolongnya.

Foto: copyright shanghaiist.com

Zhang langsung memanggil ambulans dan melarikan sang ibu ke rumah sakit. Sayang, sang ibu meninggal ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Lalu, mengapa Zhang sebelumnya bersikap abai mengetahui ada wanita yang bersimbah darah di jalan? Zhang menjelaskan kepada wartawan kalau sebelumnya ia tak menghentikan mobilnya karena mobilnya tak memiliki kamera perekam di dashboard (dashboard recorder). Ini juga ada kaitannya dengan sistem hukum "Good Samaritan Law" yang tak berlaku di sana. Hukum ini dibuat untuk melindungi para penolong dari segala tuntutan saat sedang memberikan pertolongan pada orang yang mengalami kecelakaan. Mungkinkah tadinya Zhang khawatir jika dirinya malah dituntut macam-macam saat memberi pertolongan, apalagi tak ada kamera perekam di mobilnya?

Entah bagaimana perasaan Zhang sekarang. Kalau kita sendiri yang mengalami kejadian ini, kita pasti akan merasa sangat menyesal, ya Ladies. Tak terbayang bagaimana jadinya kalau ternyata yang mengabaikan ibu kita sekarat di pinggir jalan adalah diri kita sendiri.

(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading