Sukses

Lifestyle

Menghadapi si Mantan Yang Mengganggu #TanyaSetipe

Mantan pacar kembali, dia ingin menjalin kisah cinta tetapi sikap buruknya tetap sama.

-oOo-

Nama saya T, usia saya 20 tahun dari Pontianak,

Saya ada masalah dengan seorang pria, yaitu mantan pacar.

Dulu semasa sekolah, saya pernah pacaran dengan seorang pria, sebut saja A selama 9 bulan. Setelah 1 tahun berlalu, saya berkenalan dengan B dari media sosial Facebook. Setiap hari kami chatting dan sms untuk pendekatan. Saya kira mungkin dia orang yang tepat, hingga pada akhirnya saya tahu kalau B ini teman dekatnya A. Sontak saya kaget, saya tidak ingin berada dalam posisi di tengah-tengah mantan pacar dan calon gebetan. Setelah B tahu lebih duluan bahwa saya mantan A, dia bersikap santai karena dia mencintai saya. Karena saya juga menyukainya, kami pun berpacaran.

Selama 3 bulan kami pacaran baik-baik saja, tapi suatu ketika kami ada masalah kecil hingga akhirnya dia mengungkit masa lalu saya dengan A. Saya diam, dia selalu bilang kalau saya lebih memperhatikan mantan daripada dirinya. Padahal saya mencintai dirinya dan saya pun sudah melupakan mantan saya. Saya tidak tahan akan sikapnya akhirnya saya putus.

Setelah 2 tahun berlalu, B (mantan pacar) kembali menghubungi saya. Dia menyesal atas sikapnya yang terlalu egois dan menuntut yang aneh-aneh. Sangat santai saya menyikapinya, karena saya telah melupakannya. Hingga suatu ketika dia mengajak kembali bersamanya alias berpacaran serius hingga jenjang pernikahan. Di situ saya menolak karena saya masih muda dan dia pun seumuran dengan saya. Saya menolak untuk berpacaran tapi saya putuskan untuk dekat saja, dalam garis pacaran tapi bukan pacar.

Kemarin dia mengirimi saya SMS bahwa saya kurang memperhatikannya dan marah tidak jelas, padahal saya tidak melakukan kesalahan. Di situ saya berpikir, sifatnya yang mencari masalah tanpa sebab itu kembali membuat saya emosi. Akhirnya saya cuek, ternyata dia marah lagi dan minta mengakhiri hubungan kami lagi. Saya fine saja, tapi dia terus mendesak saya serius atau tidak dengannya..

Jadi, saya harus bagaimana? Apakah saya harus mengakhiri, melupakan dan moveon? Atau saya mempertahankannya dengan diam-diam seperti ini? Saya harus bagaimana?

Terima kasih

(vem/setipe/yel)

Analisa tim Setipe


Hai Tia! Apa kabar sekarang? Kalau dari cerita Anda berarti sebenarnya tidak ada masalah ya antara status mantan Anda yang saling bersahabat itu. Justru yang jadi masalah adalah masalah yang diulang oleh si B, di mana dia suka mempermasalahkan suatu hal tanpa sebab. Bahkan setelah lama berpisah. Pilihannya cuma dua: kalau serius, lanjutkan; kalau tidak, selesaikan.

Tapi bagaimana cara mengetahui pilihan yang tepat?

Solusi Tim Setipe

 

Kenali perubahan

Banyak orang yang bilang kalau balikan diibaratkan dengan mengulang buku yang sama. Maksudnya, ending-nya sama saja. Sebenarnya tidak semua orang sama. Semua orang kan punya kesempatan kedua, jadi ada kemungkinan dia belajar dari pengalaman. Tapi sayangnya, ada orang-orang yang tidak memanfaatkan kesempatan kedua itu jadi selalu mengulang kesalahan yang sama. Jadi harus jeli apa dia sudah belajar dari pengalaman sebelumnya atau tidak.

Yakinkan diri sendiri

Terkadang ada hal-hal yang membuat orang merasa takut untuk balikan setelah putus. Biasanya sih karena ada pengalaman kurang menyenangkan sebelumnya. Nah, kalau Anda mau kembali, harus benar-benar yakin. Kalau tidak, Anda bisa kebayang-kebayang masa lalu terus dan jadinya malah tidak bergerak maju. Sayang kan dengan kesempatan-kesempatan lain yang terbuka lebar? :p

Jadi Anda bagaimana, memang serius atau tidak? Kalau menurut Anda dia tidak ada perubahan dari yang sebelumnya, Anda bisa bicarakan dengan dia supaya dia juga tahu apa yang membuat Anda ragu. Pokoknya segala sesuatunya harus dipikirkan matang-matang dan dibicarakan. Jangan jatuh di lubang yang sama dua kali aja. Lebih baik Anda melangkah maju untuk masa depan yang lebih baik.

-oOo-

Buat Anda yang ingin curhat tentang cinta, tim psikolog dari Setipe.com siap membantu. Boleh banget kirim curhatan Anda ke redaksivemale@kapanlagi.net dengan subjek email CURHAT VEMALE. Sertakan nama, usia dan kota tempat tinggal. Yuk curhat.. gratis dong..

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading