Sukses

Lifestyle

Pahit.... Gagal Capai Target, Bos Hukum Karyawan Makan Pare

Bagi setiap bos, pemilik perusahaan atau atasan, mereka pasti menginginkan karyawannya bekerja dengan baik dan mampu mencapai target. Tapi sayang, karena suatu hal, tidak sedikit karyawan yang tidak bisa mencapai target seperti yang diharapkan sang bos. Kalau sudah begini, apakah ini murni kesalahan karyawan? Kalau pun ini memang kesalahan dari karyawan, pantaskah bos memberikan hukuman pada karyawan?

Berbicara mengenai bos yang menghukum karyawan karena karyawan gagal capai target, baru-baru ini sedang heboh bos di China yang tega menghukum karyawannya karena karyawan tak bisa mencapai target. Dikutip dari laman shanghaiist.com, hukuman yang diberikan oleh sang bos ini terbilang sangat menyedihkan dan memalukan. Ya, meskipun hukuman ini mungkin bisa dikatakan cukup lucu dan konyol sih.

Karyawan gagal capai target dipaksa memakan pare mentah oleh bos sebagai hukuman | Photo: Copyright shanghaiist.com

Bos dari sebuah perusahaan di Chongqin, China telah menghukum karyawan yang gagal mencapai target dengan memaksa mereka memakan pare mentah di hadapan karyawan lain. Setiap karyawan yang gagal mencapai target pekerjaan diberikan satu buah pare mentah dan dipaksa memakannya sampai habis. Jika karyawan tersebut memuntahkan pare, maka ia harus memakan pare yang lain dan tetap harus memakan pare sampai habis. Duh, nggak kebayang nih kalau saya yang disuruh memakannya.

Menurut seorang manajer perusahaan, hukuman ini dilakukan agar karyawan yang gagal mencapai target bisa lebih semangat dan termotivasi untuk mencapai keberhasilan ke depannya. Ini adalah salah satu hukuman yang mendorong para karyawan untuk lebih kerja keras, lebih teliti dan semangat capai keberhasilan. Ini juga merupakan cara agar para karyawan yang gagal mencapai target kali ini tak mengulangi kesalahan yang sama ke depannya.

Pare mentah yang harus dimakan oleh karyawan | Photo: Copyright shanghaiist.com

Mengenai hukuman ini sendiri, mulai diketahui publik setelah seorang netizen mengunggah foto-foto karyawan di media sosial. Setelah foto-foto tersebut tersebar, banyak netizen mengatakan bahwa hukuman ini sangat kejam dan tidak wajar. Bahkan, seorang netter mengatakan bahwa hukuman yang diberikan bos adalah hukuman paling kejam dalam sejarah. Tak hanya menghebohkan netter, kejadian ini juga membuat sejumlah karyawan media massa setempat ramai-ramai mencari informasi terkait hal ini.

Kepada wartawan seorang karyawan mengatakan,

"Aku baru pertama kali memakan makanan yang sangat pahit. Ini membuatku kesulitan untuk mengunyah maupun menelannya." Sementara itu, karyawan lain mengatakan, "Ini adalah hukuman yang begitu menyakitkan. Sebelum melakukan hukuman ini, perusahaan menerapkan hukuman push up, squat jump atau berlari mengelilingi kantor."


Atas hukuman ini, beberapa karyawan dikatakan memang bekerja lebih keras dan semangat dari sebelumnya. Tapi, tidak sedikit karyawan yang justru mengundurkan diri dan merasa bahwa mereka telah dipermalukan. Mengenai bos yang menghukum karyawan, sebenarnya tak terjadi kali ini saja di China. Sebelumnya, seorang bos di sebuah perusahaan lain juga menghukum karyawan dengan cara menyuruh karyawan merangkak mengelilingi sebuah lapangan. Ada juga, bos yang menyuruh karyawan duduk di sebuah jembatan sambil membawa papan kertas yang bertuliskan "Saya sedang dihukum karena tak bekerja dengan baik. Saya tak akan mengulanginya lagi."

Karyawan yang gagal capai target makan pare di depan karyawan lain yang berhasil capai target | Photo: Copyright shanghaiist.com

Mengenai kisah ini, gimana nih tanggapan kamu Ladies? Apapun dan bagaimanapun, semoga para bos mau berpikir ulang sebelum ia menerapkan hukuman terhadap para karyawannya yang gagal capai target. Semoga pula, kisah ini mendorong setiap karyawan dan pekerja dimana pun ia berada untuk bekerja dengan baik serta semangat baik ketika bos menerapkan atau tidak menerapkan hukuman saat ia gagal mencapai target.

(vem/mim)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading