Sukses

Lifestyle

Menyebut Orang Lain Bodoh Takkan Bikin Kita Terlihat Lebih Cerdas

Sebuah kenyataan bahwa tiap orang punya kekurangan dan kelebihan sendiri. Hanya saja kadang kita sebagai manusia (yang sering mengaku khilaf) lebih mengikuti egoisme pribadi daripada melihat sesuatu dengan lebih menyeluruh. Seringkali kita meremehkan orang lain karena menganggap diri kita lebih baik atau lebih hebat darinya.

Padahal meremehkan atau merendahkan orang lain tak lantas bikin kita terlihat lebih baik darinya. Bahkan saat menyebut orang lain bodoh, kita tak serta merta jadi orang yang lebih cerdas darinya. Sebelum menghakimi atau memandang sebelah mata orang lain, penting untuk memikirkan soal pribadi kita sendiri.

 

Tiap Orang Memiliki Ujiannya Sendiri

Setiap orang punya pengalaman hidup dan perjuangannya sendiri. Sebelum merasa lebih baik dari orang lain, ada baiknya kita juga melihat sesuatu secara menyeluruh. Siapa tahu orang yang tadinya kita anggap tak mampu sebenarnya sedang melakukan sesuatu yang besar. Hanya saja ia tak mau mengumbar atau menyombongkannya. Dan kita yang tak tahu apa-apa sebaiknya tak lantas mencibir atau memojokkannya.

Kata-Kata Bisa Lebih Tajam dari Pedang

Luka fisik bisa sembuh seiring waktu berjalan. Namun, luka hati dan batin selamanya akan terus ada. Bekasnya akan terus terasa hingga akhir hayat. Sebelum kita mengata-ngatai orang lain atau memandang remeh orang lain, baiknya kita menahan diri. Jangan sampai seseorang menyimpan dendam dari kata-kata kita yang menyakitkan padanya.

Menyebut Orang Lain Bodoh Cuma Merendahkan Diri Kita Sendiri

Ah, kita ini siapa sih sebenarnya? Punya hak apa untuk menyebut orang lain bodoh dan buruk, sementara kita sendiri memiliki segudang aib yang pastinya tak ingin diketahui orang lain. Menyebut orang lain bodoh tak lantas membuat kita jadi lebih baik. Malah itu sama artinya dengan kita merendahkan diri kita sendiri.

Saatnya untuk Lebih Dewasa dalam Bersikap

Kedewasaan seseorang memang tak lantas hanya bisa dilihat dari usia saja. Tapi juga dari sikap dan perilaku kita. Nah, sekarang saatnya untuk bisa lebih dewasa dalam bersikap. Bagaimana caranya? Poin penting pertama adalah dengan selalu berusaha melihat sesuatu secara objektif. Tak mudah menghakimi atau memandang sebelah mata orang lain. Malah kalau bisa, sama-sama berusaha untuk berkembang dan melakukan hal positif bersama-sama.

Aku, kamu, dan kita semua sama-sama belajar, Ladies. Belajar untuk jadi orang yang lebih baik dari waktu ke waktu. Lebih memfokuskan semua energi dan waktu untuk memperbaiki diri. Bukannya membuang energi untuk menjatuhkan orang lain.

Stay positive and you’ll be much happier enjoying your life.

 

(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading